Pengumpulan Data Riset Kesehatan Dasar Warga Mulai Dilakukan di Maluku

by
Seorang tenaga kesehatan tengah mengambil sampel kesehatan masyarakat di wilayah sekitar Kelurahan Uritetu Kecamatan Sirimau Kota Ambon,Sabtu (14/4). FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Kondisi kesehatan masyarakat Indonesia menjadi acuan standar kesehatan nasional serta pengambilan berbagai keputusan oleh Kementerian  Kesehatan. Karena itu tiap lima tahun sekali dilakulan update kesehatan melalui Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Para tenaga kesehatan diturunkan ke tiap daerah se Indonesia untuk mengumpulkan riwayat kesehatan masyarakat. Tahun ini Riskesdas mulai dijalankan serempak se Indonesia pada Kamis (19/4) mendatang.

Namun para tenaga kesehatan yang mengumpulkan data atau enumerator mengawalinya dengan pelatihan langsung ke masyarakat. Seperti Sabtu (14/4) pagi, sebanyak 168 tenaga kesehatan (Nakes) mulai mengambil sampel kesehatan masyarakat di wilayah sekitar Kelurahan Uritetu Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Para Nakes itu turun ke gang gang di sekitar lokasi pelatihan di Swisbell Hotel Ambon. Mereka merupakan gabungan Nakesdi seluruh Indonesia.

Sebelum melakukan puldat (pengumpulan data) di wilayah kerja masing masing, para enumerator terlebih dulu praktik usai mendapat pelatihan dari pengajar nasional Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Kita beri pelatihan dulu buat mereka sebelum balik ke daerah dan melalukan Puldat. Hari ini mereka langsung praktik,” jelas Kharisma Kusumaningtyas, salah seorang pelatih nasional Kemenekes saat ditemui Terasmaluku.com di Kelurahan Uritetu Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

loading...

Para enumerator yang diberi pelatihan minimal lulusan D3 Ilmu Kesehatan. Mereka dibekali cara berkomunikasi dengan warga, membaca data, hingga input data yang terkoneksi secara online dengan Kemenkes. Nantinya usai pelatihan, pada 19 April serempak dilakukan puldat seluruh daerah di Indonesia. Menurut Kharisma dari Maluku mengirimkan perwakilan dari 11 kabupaten se Maluku. Mereka dibagi menjadi tim kecil. Tiap tim terdiri atas empat Nakes dengan background gizi, bidan, keperawatan dan keseling (kesehatan lingkungan).

Seperti salah satu tim Riskesdas asal Namlea, Buru yang turun ke daerah Pulugangsa, Jalan Patimura. Pihak keluarga ditanyai seputar riwayat kesehatan, perilaku hidup sehat, kondisi rumah hingga pengetahuan seputar kesehatan. “Ada sejumlah pertanyaan di kuisioner. Katong (Nakes) harus tahu seberapa sering keluarga berolahraga, makan apa saja, sampe ukur tinggi badan,” tutur Irawati Hasan satu dari enumerator saat berkunjung ke Keluarga Haliwela.

Ada sejumlah pertanyaan yang ditanyakan. Usai melengkapi formulir, masing masing anggota keluarga lantas diukur tinggi badan, berat badan serta tekanan darah melalui alat pengukur otomatis yang presisi. Menurut Irawati data tersebut lantas diinput untuk dilakukan kalkulasi serta analisa kesehatan. Hasilnya akan menjadi acuan bagi Kemenkes. Apalagi saat ini pihak Kemenkes tengah menuntaskan masalah stunting atau kekurangan gizi.

“Nantinya bisa ketahuan melalui data yang dikumpulkan nasional,” lanjut Mingkum Tualepe, anggota tim enumerator, Buru. Usai puldat, keluarga akan diberikan kartu kesehatan yang berisi ringkasan data kesehatan. Kartu tersebut juga sebagai bukti bahwa keluarga tersebut telah memberikan data kesehatan kepada Kemenkes melalui program lima tahunan Riskesdas.(BIR)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *