Penjelasan Danlanud Pattimura Soal Kronologis Aparat TNI AU Ambil Alih Pos Polisi di Bandara Ambon

by
Danlanud Pattimura Kolonel Pnb. Antariksa Anondo

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Pattimura Ambon,  Kolonel Pnb. Antariksa Anondo mengeluarkan pernyataan resmi terkait  kronologis kejadian di salah satu fasilitas ruangan Bandara Internasional Pattimura Ambon, Kamis (22/2). Dalam penjelasan tertulis yang diterima Terasmaluku.com, Kamis malam, Danlanud menegaskan apa yang dilakukan anggota TNI AU adalah proses perbaikan dan pengamanan salah satu fasilitas ruangan di Bandara Pattimura yang selama ini digunakan untuk pos aparat kepolisian, bukan pengrusakan.

Berikut penjelasan Danlanud

Pada Hari Kamis tanggal  22 Februari 2018 pukul 11.45 WIT, bertempat di Bandara Internasional Pattimura Ambon, telah dilaksanakan penggantian kunci pintu ruangan pengamanan Bandara di Terminal Bandara Pattimura yang semula digunakan sebagai pos polisi.

Menurut Danlanud, tindakan pihaknya berdasarkan, Keppres nomor  63 tahun 2004 tentang  Pam Obvit Pasal 8, menjelaskan Obvit yang berada di lingkungan TNI menjadi tanggungjawab instansi TNI. Selain,  sesuai MOU oleh TNI AU, Kemenhub, PT. Angkasa Pura  (AP) I dan PT. AP 2 bahwa bandara yang digunakan secara bersama.

Menurut Danlanud, Bandara Pattimura secara status tanah merupakan milik negara dalam hal ini TNI AU Cq.Lanud Pattimura sesuai dengan  Sertifikat Hak. Sehingga lanjut Danlanud, Bandara Pattimura merupakan berstatus Enclav Sipil dan tanggung jawab pengamanan berada di Lanud Pattimura.

Danlanud Menjelaskan kronologis Kejadian

Pada tanggal  20 Januari 2018, sesuai dengan  permintaan Danlanud kepada pihak PT. AP agar menyiapkan ruangan Pam dari Lanud di Terminal Bandara, kemudian PT. Ap 1 mempersilahkan menggunakan ruangan yang sebelumnya digunakan polisi.

BACA JUGA : Pos Polisi di Bandara Pattimura Dirusak Anggota TNI AU, Ini Penjelasan Danlanud

Selanjutnya Kadisops Lanud Pattimura  memanggil Kapolsek Bandara agar mengosongkan ruangan tersebut karena akan digunakan oleh phk TNI AU, tetapi pengakuan Kapolsek bahwa tidak mengetahui adanya ruangan tersebut, Kapolsek menyarankan agar menghubungi Kapolres Pulau Ambon. Kadisops menghubungi Kapolres, namun menurut penjelasan  Danlanud, jawaban Kapolres juga tidak mengetahui adanya ruangan tersebut, sehingga menyarankan agar melaporkan ke Dirintelkam Polda Maluku dengan mengirimkan surat.

Kemudian degan hal tersebut, Kadisops melaporkan ke Danlanud. Berdasarkan Laporan  Kadisops, maka Danlanud via telepon  ke Dirintelkam Polda Maluku mengenai status ruangan tersebut akan tetati  Dirintelkam menyarankan melaporkan ke Kapolda Maluku Irjen Pol Deden Juhara.

pada tanggal 22 Februari 2018 sekira pukul 10.00 WIT, Danlanud menghadap Kapolda Maluku Irjen Pol. Deden Juhara  di Mapolda Maluku, setelah mendapat petunjuk dari Pangkoopsau II dengan melaporkan hal tersebut. Dan Danlanud menyampaikan bahwa status Bandara Pattimura adalah Enclave Sipil sehingga ruangan tersebut diambil alih oleh Lanud Pattimura.

Loading...

Menurut Danlanud,  saat itu Kapolda memahami permasalahan  tersebut. Setelah menghadap Kapolda, sekira pukul 11.20 WIT, Danlanud memerintahkan Kadisops, Kakum, Dansatpom dan Kaintel Lanud Pattimura  agar mengambil alih ruangan tersebut.

Menurut Danlanud, pada saat anggota  Lanud akan mengambil alih ruangan tersebut,  ternyata dikunci. Menurut Danlanud,  pada saat itu Manager Operasi Bandara Pattimura, Arixson serta ADM Bandara I Nengah juga ikut mendampingi menyampaikan, pihak Bandara tidak memiliki kunci ruangan tersebut. Selanjutnya menurut Danlanud, Kadisops menelepon Kapolsek Bandara tetapi tidak ada jawaban. Sehingga sesuai perintah Danlanud agar ruangan tersebut  dicongkel saja dan diganti dengan kunci yang baru.

Masih menurut penjelasan  Danlanud, pada saat penggantian dan pencongkelan pintu ruangan tersebut, terjadi kegaduhan karena pintu terbuat dari aluminium sehingga sempat mengalihkan perhatian masyarakat di Terminal Bandara termasuk para supir taksi. Peristiwa  tersebut  juga disaksikan oleh Manajer Operasi Bandara Pattimura  serta aparat Polsek Bandara yakni  Aiptu Rudy Sarak, Bripka Muhammad Febryanto dan Bripka Yunan Tapangan.

Menurut penjelasan Danlanud, sekira pukul 14.00 WIT  kegiatan penggantian kunci telah dilaksanakan dan kondisi pintu ruangan kembali normal dalam keadaan aman dan lancer. Danlanud juga mengungkapkan,  status Bandara Pattimura adalah di dalam wilayah Lanud Pattimura dan merupakan Enclave Sipil sehingga merupakan tanggung jawab pengamanan Lanud Pattimura sesuai dengan dasar tersebut diatas.

Menurut Danlanud, ruangan tersebut selama ini ruangan tidak resmi penggunaanya oleh pihak lain karena tidak adanya perijinan penggunaanya dari pihak Lanud maupun PT.AP 1 Bandara Pattimura. Untuk sementara menurut Danlanud, ruangan tersebut dikosongkan, kuncinya akan diserahkan ke pihak Bandara,  selanjutnya pihak Bandara yang akan meninjau kembali penggunaan ruangan tersebut.

Masih menurut Danlanud,  adanya laporan yang beredar di masyarakat,  dimana ternyata laporan tersebut kemungkinan merupakan laporan yang dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang mana isinya memojokkan Lanud dan memelintir berita seperti ruangan tersebut merupakan ruangan pengawasan orang asing (POA) padahal menurut Danlanud, leading sektor POA adalah imigrasi bukan kepolisian.

Danlanud juga menghimbau agar anggota TNI AU dan Polri di Wilayah Maluku tidak terpengaruh dan  terprovokasi dengan berita awal yang tidak benar (HOAX) sehingga mempengaruhi sinergitas TNI dan Polri.  “Demikian informasi yang sebenarnya terjadi terkait  berita HOAX beredar sebelumnya tentang Lanud Pattimura di Bandara Pattimura dan diharapkan agar seluruh masyarakat tidak terpengaruh dengan upaya untuk memecah belah TNI-Polri yang selama ini sudah bersinergi dan terjalin dengan baik dengan adanya penyebaran berita HOAX,” kata Danlanud dalam penjelasan tertulisnya.   (ADI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *