Penjelasan Raja Atiahu Terkait PT. SBM dan Sabuai

by
Raja Negeri Atiahu, Muhammadhiyah Wailissa Kecamatan Siwalalat Kabupaten Seram Bagian Timur berikan penjelasan terkait PT. SBM,(25/2). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Kabar aktifitas penebangan pohon oleh PT. Sumber Berkat Makmur (SBM) di luar batas kawasan mendapat klarifikasi dari sejumlah pihak terkait. Pimpinan PT. SBM, bersama warga dan Raja Negeri Atihau Kecamatan Siwalalat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBT) angkat bicara.  Selasa (25/2/2020) sore di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Kota Ambon, Raja Atiahu, Muhammadhiyah Wailissa angkat bicara soal hal itu.

Dirinya memastikan aktifitas perusahaan di wilayahnya berjalan sesuai ketetapan awal dan telah diketahui masyarakat setempat. “Perusahaan itu kerja di wilayah kita, warga kita juga kerja di sana. Masyarakat tahu itu dan tidak ada melewati batas wilayah,” tegas pria yang akrab disapa Bapa Yos itu kepada wartawan.

Sejak beroperasi, kata Yos, wilayah seluas lebih dari 1.000 hektar menjadi lahan kerja PT. SBM. Warga negeri serta desa-desa di dalamnnya pun mengetahui aktifitas tersebut. Bahkan ada sebanyak 70 warga lokal yang dipekerjakan di perusahaan itu.

Pihaknya hanya memastikan kabar atau tudahan adanya illegal logging itu tidak benar. Warganya tahu batul dan merasakan dampak positif kehadiran perusahaan di negeri mereka. “Ada yang kerja kupas kuli kayu, survei, potong pohon, macam-macam. Jadi kalau perusahaan tebang di luar wilayah itu tidak,” terang pria 65 tahun itu.

Dirinya juga ingin meluruskan terkait pemberitaan yang beredar tentang penyebutan Desa Sabuai. Yos menjelaskan Sabuai merupakan Desa Administratif di bawah negeri Atiahu. Ia merupakan bagian dari wilayah tersebut.

“Jadi itu bukan negeri adat yang berdiri sendiri. Kami ingin luruskan itu. Sabuai itu satu dengan kami. Kami hanya tidak ingin kalau ada orang Atihau yang membacanya dan mereka tersinggung, karena itu kami luruskan,” jelas Yos.

Meksi begitu dia pastikan warga di negerinya dalam keadaan aman dan tidak ada gejolak apapun. Warga Negeri Atiahu dan Sabuai pun beraktifitas seperti biasa. Pihaknya ingin menjaga suasana tetap aman tanpa terpengaruh pemberitaan pun kabar di luar. (PRISKA BIRAHY)