Penonton Balap Sepeda di Ambon Terbanyak Kedua di Asia, Masuk Sepuluh Besar Dunia

by
Atlet balap sepeda dunia mengikuti lomba balap sepeda internasional, Tour de Molvccas (TdM) di Kota Ambon, Jumat (22/9/2017). FOTO : ALFIAN SANUSI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Balap sepeda internasional, Tour de Molvccas (TdM) 2017 di Kota Ambon, Jumat (22/9) menyedot perhatian masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya. Diperkirakan lebih dari seratus ribu orang menyaksikan lomba balap sepeda internasional yang pertama kali digelar di Kota Ambon itu. Kota Ambon lumpuh total lebih dari  empat jam karena jalan rayanya digunakan untuk lintasan balap sepeda.

Internasional Commissaire balap sepeda internasional yang diakui badan sepeda dunia, UCI (Union Cycliste Internationale), yang juga konsultan teknis TdM, Jamaludin Mahmood menyatakan, kagum dengan antusias warga Kota Ambon dan tiga kabupaten lainnya di Maluku menyambut event balap sepeda dunia di TdM ini.

Menurut Jamaludin, jumlah penonton balap sepeda di Ambon merupakan terbayak di Indonesia, dan terbanyak kedua di Asia setelah China. “Luar biasa antusias warga Kota Ambon dan Kota Bula, Seram Bagian Timur serta dua daerah lainnya di Maluku menyambut TdM. Kalau dengan jumlah penonton seperti ini (Kota Ambon), ini penonton terbanyak kedua di Benua Asia setelah China,” kata pria berkebangsaan Malaysia saat ditemui usai balap sepeda internasional etape terakhir di Kota Ambon, Jumat (22/9) sore.

Jamaludin yang sering menangani balap sepeda di berbagai daerah di Indonesia menyatakan, penonton balap sepeda internasional terbanyak juga di Tour de Banyuwangi-Ijen, Jawa Timur, namun saat ini antusias masyarakat mulai berkurang. Dan antusias warga Maluku terutama Kota Ambon dan Bula, Seram Bagian Timur (SBT) sangat besar sehingga mengalahkan daerah lainnya di Indonesia.

Bahkan menurut Jamaludin, antusias warga Kota Ambon dan Maluku yang tinggi menonton balap sepeda masuk sepuluh besar dunia. “Kalau kita bicara penonton balap sepeda, yang terbanyak itu di Eropa, seperti Tour de France, Italia, namun kini mereka mulai melirik pasar Asia karena jumlah penontonnya besar. Dan penonton di Ambon ini masuk sepuluh besar dunia,” kata Jamaludin yang pernah tangani balap sepeda, Tour de France itu.

Ia menyatakan, di Asia, hingga kini jumlah penonton balap sepeda kelas dunia belum bisa mengalahkan China. Dia negara itu, saat balap sepeda, semua orang tidak pandang usia, kota dan desa ikut menyaksikan balap sepeda, nilai transaksi ekonomi juga besar.

Peserta di depan Lapangan Merdeka

Yang membangkan juga, menurut Jamaludin, warga Ambon yang menonton balap sepeda itu tertib, bisa diatur, tidak seperti daerah lainnya. Warga rela jalannya ditutup berjam –jam hanya untuk balap sepeda. “Keinginan untuk menonton itu sangat tinggi, sehingga rela jalannya ditutup, kendaraan tidak beroperasi, angkot dan ojek tidak mencari, tidak ada masalah yang penting mereka bisa nonton dulu sebentar, itu luas biasa,” katanya.

Chief Internasional Commissaire balap sepeda internasional yang diakui badan sepeda dunia, UCI (Union Cycliste Internationale) Mike juga mengakui terharu dengan antusias serta keramahan warga Kota Ambon dan Maluku yang menyasikan balap sepeda internasional. Ini menurutnya menjadi modal besar agar TdM dapat digelar lagi di tahun mendatang.

“Terima kasih Ambon, Terima kasih Maluku, saya bangga bisa datang dan buat lomba di sini (Maluku). Masyarakatnya asyik, ramah, dan makanannya enak-enak,” kata warga Irlandia ini saat berbicara dalam bahasa Indonesia di penutupan TdM di Gong Perdamaian Ambon, Jumat (22/9) petang.

Lomba balap sepeda pada etape lima di Kota  Ambon dilepas Walikota Richard Louhenapessy dari Pantai Namalatu Latuhalat Kecamatan Nusaniwe dengan finish di depan Tribun Lapangan Merdeka Ambon. Gubernur Maluku Said Assagaff, Kapolda Maluku Irjen Pol. Deden Juhara, Walikota, Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler bersama pejabat lainnya menyambut peserta lomba saat finish.

TdM merupakan balap sepeda internasional berbasis pariwisata yang digelar sejak Senin (18/9) hingga Jumat (22/9). Dalam ajang TdM ini, puluhan pembalap kelas dunia dari 16 negara melintasi lima etape yakni, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur dan etape terhir di Kota Ambon. Kegiatan ini digelar untuk promosi pariwisata di Maluku.

“Insya Allah tahun depan kita buat lagi TdM lebih besar dengan jumlah peserta dan negara lebih banyak lagi, tentu harus dievaluasi berbagai kekurangan yang terjadi saat ini,” kata Gubernur  saat menutup TdM di Gong Perdamaian itu. Gubernur berharap atlet dan pesera TdM dari berbagai negara bisa menjadi duta bagi Maluku di negaranya, untuk menyampaikan situasi keamanan Maluku dan dunia pariwisatanya sehingga makin banyak wisata berkunjung ke Maluku. (ADI)