Penutupan Lokalisasi Tanjung, Walikota : Apa Yang Kita Lakukan Ini Mengajak Orang Masuk Surga

by
Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat sosialisasi penutupan Lokalisasi Tanjung Batu Merah di lokalisasi, Sabtu (19/10/2019). FOTO : DINAS INFOKOM KOTA AMBON

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Walikota Ambon Richard Louhenapessy melakukan sosialisasi penutupan Lokalisasi Tanjung Batu Merah, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Sabtu (19/10/2019) malam. Sosialisasi berlangsung di lokalisasi.

Walikota datang bersama Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta, Dandim Pulau Ambon, Letkol Kav. Cecep Tendy Sutandi, Wakapolres Pulau Ambon, Kompol Ferry Mulyana Sunarya, Ketua MUI Kota Ambon Muhammad Rahanyamtel, Sekot Ambon, AG. Latuheru, serta pejabat lainnya.

Sosialisasi ini dihadiri puluhan Pekerja Seks Perempuan (PSP), para pengasuh dan para pengusaha kecil yang berada di lokalisasi itu. Mengawali sambutannya, Walikota mengatakan hingga Sabtu malam berdasarkan data BMKG tercatat 1.668 kali gempa di wilayah Ambon. Dari jumlah itu, 188 kali dirasakan oleh warga.

Walikota mengungkapkan masyarakat harus banyak bersyukur karena gempa-gempa tersebut tidak terjadi dalam satu atau dua kali. “Bisa dibayangkan kalau dari jumlah 1.668 kali gempa itu diakumulasikan hanya satu atau dua kali saja (kekuatannya besar) tentu kita sudah tidak ada disini lagi, ada yang di surga dan ada juga di neraka,” kata Walikota yang disambut tawa warga.

Walikota pun mengatakan apa yang dilakukan pihaknya melakukan sosialisasi penutupan lokalisasi Tanjung merupakan upaya mengajak orang menuju jalan yang benar. “Dalam rangka agar kita mau ke surga semua, malam ini sebagai Walikota bersama Dandim, Kapolres, Ketua MUI, Ketua DPRD, tokoh-tokoh agama, malam ini kita datang ke sini (lokalisasi) untuk sosialisasi supaya kita semua menuju jalan yang benar, jalan yang diridhoi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar masuk surge,” kata Walikota

Dikesempatan itu Walikota menjelaskan bahwa rencana penutupan lokalisasi telah mendapat dukungan dari lembaga keagamaan, TNI dan Polri, serta seluruh elemen masyarakat. Kebijakan penutupan lokalisasi menurut Walikota bukan kebijakan Pemerintah Kata Ambon semata, namun ini adalah kebijakan secara nasional.

“Secara nasional ada sekitar 186 lokalisasi, dari jumlah itu tinggal 16 tempat yang belum ditutup dan tahun ini Pemkot Ambon atas dukungan semua pihak akan menutup lokalisasi,”jelas Walikota.

loading...

Walikota mengatakan proses penutupan lokalisasi akan mengedepankan kemanusiaan. Oleh tim teknis akan dilakukan pendataan serta pendampingan dan dengan bantuan pemerintah pusat para PSP akan dikembalikan ke daerah asal masing-masing.

Sementara untuk lingkungan yang terdampak secara ekonomi, Pemkot Ambon akan lakukan program pemberdayaan ekonomi melalui usaha-usaha yang konkrit. Walikota berharap November Lokalisasi Tanjung Batu Merah sudah ditutup dan memberikan dampak positif bagi warga masyarakat.

Wakapolres Pulau Ambon menyampaikan dukungan atas rencana Pemkot Ambon menutup lokalisasi. Ia mengakui ada kecenderungan terjadinya tindak kriminalitas yang tinggi pada tempat-tempat hiburan dan lokalisasi serta peredaran obat-obat terlarang.

Disampaikan pula bahwa dari 27 tempat lokalisasi, PSP yang tadinya berjumlah 185 orang setelah dilakukan sosialisasi dan atas kesadaran maka jumlah PSP tersisa 100 orang.

Hal yang sama disampaikan Dandim 1504 Ambon atas rencana penutupan lokalisasi. “Kodim akan mendukung kebijakan Pemkot Ambon menutup lokalisasi karena apa yang dilakukan merupakan bagian dari ketahanan wilayah,”tegas Dandim.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta mengatakan dengan ditutupnya lokalisasi hidup warga yang bergantung di lokasi tersebut tidak berhenti, karena masih banyak pekerjaan yang baik.

Karena itu Elly meminta Pemkot Ambon agar tetap memberi perhatian kepada PSP berupa pembekalan keahlian dan selanjutnya harus melakukan razia pada semua hotel melati sehingga Ambon benar-benar menjadi kota yang religius.

Ketua MUI Kota Ambon dikesempatan yang sama menjelaskan penutupan lokalisasi telah melalui berbagai kajian dari sejumlah organisasi Islam, TNI/Polri dan didukung penuh elemen masyarakat. Dijelaskan bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa tahun 2001 nomor 287 tentang porno aksi dan pornografi.“Jika diperlukan MUI Kota Ambon siap membantu Pemkot Ambon dalam hal memberikan penguatan spiritual keagamaan,”ungkapnya. (MCAMBON/ALFIAN)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *