Penyaluran Kredit Konsumtif di Maluku Meningkat

by
Kepala OJK Provinsi Maluku Bambang Hermanto memberikan keterangan pers. DOK. (TERASMALUKU.COM)

AMBON- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menyebutkan penyaluran kredit konsumtif  di wilayah Maluku terus mengalami peningkatan. Sektor industri jasa keuangan di Maluku pada Januari 2017 didominasi tiga  sektor. Yakni industri jasa keuangan perbankan, industri jasa keuangan non bank dan industri jasa keuangan pasar modal.

Kepala OJK Provinsi Maluku Bambang Hermanto menyatakan, perkembangan penyaluran kredit perbankan di Maluku menunjukan perkembangan yang positif. Meningkat sebesar 9,66 persen,  peningkatan penyaluran kredit di Maluku ini ditopang oleh peningkatan kredit dibeberapa sektor ekonomi.

“Penyaluran sektor ekonomi tahun 2017 didominasi oleh sektor pertanian, perburuan dan kehutanan. Pertumbuhan sektor pertanian ini termasuk yang paling tinggi. Yakni dari sebesar 49,75 persen dari Rp 68 miliar menjadi Rp  102 miliar, dari sektor pertambangan 58,26 persen dan pendidikan 63,86 persen,” kata Bambang kepada wartawan di Kantor OJK Maluku, Senin (27/3)

Menurutnya, penyaluran kredit di Maluku tegantung pada penyaluran kredit konsumtif yang meningkat sebesar Rp 786,21 miliar  atau sebesar 38, 28 persen.  Dengan pangsa pasar 69,85 persen. Untuk itu, Bambang meminta peran Pemerintah Daerah  Maluku untuk memberikan kemudahan berusaha dan suasana bisnis yang kondusif sehingga dapat lebih menggerakan sektor riil agar penyerapan kredit dapat lebih besar bagi para pelaku usaha dengan menyalurkan kredit usaha rakyat.

Berdasarkan lokasi wilayah daerah,penyaluran kredit terbesar masih didominasi Kota Ambon. Selanjutnya Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, disusul  Kabupaten Maluku Tengah, dengan nilai kredit masing masing sebesar Rp  5,47 triliun, Rp  1,58 triliun dan Rp  1,27 triliun.  Sementara pertumbuan kredit terbesar di Kabupaten Seram Bagian Timur, disusul Buru Selatan dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Bambang menyatakan, sektor pertanian dan perdagangan  yang menyumbang pertumbuhan ekonomi jasa keuangan terbesar  di Maluku, bila dibandingkan dengan sektor kelautan. Kondisi ini menurut Bambang akibat  laju inflasi. Ia juga menyatakan, OJK sudah  berkerjasama dengan Dinas Perikanan Provinsi Maluku guna meningkatkan dan menggenjot perumbuhan ekonomi di bidang perikanan dan kelautan. Diantaranya dengan mengembangkan program jaring bagi para nelayan di Maluku. (DED)