Peras Kades, BR Ditangkap Tim Saber Pungli Kota Tual  

by
Waka Polres Malra Kompol Rosita Umasugi SIK

 

TERASMALUKU.COM,-Tual– Aparat Resmob Satuan  Reskrim Polres Maluku Tenggara (Malra) yang tergabung dalam Tim Saber Pungli Kota Tual, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada  seorang warga berinisial  BR, karena memeras penjabat Kepala Desa (Kades) Wearmaf Kei Besar.

Loading…

Waka Polres Malra Kompol Rosita Umasugi SIK,  yang juga Ketua Tim Seber Pungli Kota Tual mengatakan, BR alias O yang juga oknum wartawan itu tertangkap Tim Saber Pungli pada Senin 7 Agustus 2017.

“Tim Saber Pungli Kota Tual melakukan  OTT kepada BR  karena diduga melakukan pemerasan kepada pejabat  Kades di Kecamatan Kei Besar,” kata Rosita Umasugi dalam keterangan pers di ruang kerjanya, Kamis  (10/8).

Rosita menyatakan, OTT  berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan BR,  datang membawa surat tugas sebagai  pemantau keuangan negara (PKN) kepada penjabat  Kades Wearmaf.  Kepada penjabat Kades, BR menyatakan dia adalah petugas dari PKN, sekaligus meminta sejumlah uang.

Menurut Rosita, saat itu  BR mengancam jika penjabat  Kades tidak memberikan uang, maka akan dimutasikan. Dengan adanya informasi tersebut, Tim Seber Pungli Kota Tual menyiapkan langkah untuk melakukan OTT terhadap BR.

Rosita menyatakan, awalnya BR meminta uang Rp 3 juta di sebuah warung coto di Kota Tual, namun pejabat Kades  hanya memiliki uang Rp 1 juta, sehingga tidak terjadi transaksi. BR beralasan uang terlalu sedikit.

Namun menurut Rosita,  beberapa saat kemudian pelaku kembali menghubungi penjabat Kades tersebut dan membuat janji bertemu di depan Kantor DPRD Kota Tual. Dan saat bertemu itu, penjabat Kades hanya mampu memenuhi permintaan pelaku sebesar Rp 2 juta dari Rp 3 juta yang diminta.

“Tak lama setelah penyerahan uang tersebut Satgas Saber Pungli melakukan penangkapan terhadap pelaku. Pelaku kemudian dibawa ke Satreskrim Polres Malra untuk  pemeriksaan,” kata Rosita. Dari tangan BR, disita  barang bukti uang Rp 2 juta dalam amplop putih dan  surat tugas dari PKN.

Rosita juga menyatakan, hasil penyelidikan Satreskrim Polres Malra, BR mengakui menghubungi beberapa pejabat kepala  desa untuk minta uang. Antara lain Pejabat Kades Rahareng, Ngurdu, Nabeheng dan pejabat  Desa Sirbante Kei Besar. Dan para pejabat desa tersebut sudah menyerahkan sejumlah uang kepada BR.

Pelaku kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 368 ayat 1 junto Pasal 64 KUHP tindak pidana pemerasan dengan ancaman hukuman  maksimal sembilan  tahun penjara.

“Kami menargetkan kasus ini harus disidik tuntas sehingga dalam minggu depan, SPDP sudah kami kirim, yang bersangkutan telah terbitkan surat perintah penahanan, dan juga kami targetkan satu bulan kasus ini sudah dilimpahkan dan disidangkan di pengadilan,” katanya. (AS)