Perempuan Maluku, Dilatih KPK Perangi Korupsi

by
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan bersama perempuan Maluku

AMBON –puluhan aktivis perempuan dari berbagai latar belakang di Maluku mengikuti pelatihan anti korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Melalui Gerakan Nasional ’Saya Anti Perempuan Korupsi’ (SPAK) KPK mengajak kaum perempuan di Maluku untuk mencegah dan melawan korupsi mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan terdekat.

Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari di Hotel Amboina itu melibatkan berbagai elemen aktivis perempuan di Maluku dan Maluku Utara, termasuk hakim, aparat keamanan, guru, anggota DPRD hingga ibu-ibu penggerak PKK di wilayah tersebut.

“Kami perlu memberikan pelatihan kepada perempuan-perempuan Indonesia agar mereka dapat mengetahui cara menghindari korupsi dan tidak berbuat korupsi,”kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan kepada waratwan, usai membuka kegiatan itu.

Dia mengungkapkan, peran perempuan untuk mencegah korupsi sangatlah penting sebab kedudukan perempuan  strategis dalam keluarga,”Saya kasih contoh yang paling sederhana, pada saat seorang perempuan selaku istri diberikan uang oleh suami dan itu bukan gaji maka dia berkewajiban  bertanya sumber uang itu dari mana dan untuk apa, kalau tidak jelas jangan diambil,” katanya.

Menurut Basaria, sang istri juga harus mengingatkan suaminya agar tidak membawa pulang uang yang bukan haknya ke rumah karena itu tidak baik digunakan bagi keluarga dan anak-anak. “Itulah salah satu tujuan kita memberikan pelatihan bagi perempuan di Maluku  saat ini, karena dengan cara-cara seperti, perempuan dapat mencegah korupsi,”ujarnya.

Basaria mengatakan peran perempuan untuk mencegah korupsi sangat dibutuhkan, dia juga meyakini jika semua perempuan menjadi agen anti korpsi maka angka korupsi di Indonesia bisa berkurang,“Saya yakin dan percaya kalau seluruh perempuan menyatakan saya perempuan anti korupsi,  mengatakan kepada anaknya, adiknya kepada suaminya, saya yakin korupsi di Indonesia akan berkurang,”ungkpanya.

Sementara Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan pelatihan anti korupsi bagi kaum perempuan di Maluku ini untuk yang keempat kalinya dilakukan.Sebelumnya KPK juga melakukan hal yang sama di empat daerah yakni di Papua, Balikpapan, dan Denpasar.  “Tujuan kegiatan ini adalah untuk merangkul kaum perempuan menjadi calon-calon agen anti korupsi, mengapa kami menyasar perempuan, karena peran perempuan untuk encegahan korupsi sangat srategis,”ungkapnya (ADI)