Perempuan, Pemilih Paling Partisipatif Dibanding Laki-Laki

by
Petugas KPU Kota Padang melayani mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) yang mengurus formulir A5 sebagai syarat pindah memilih di TPS tujuan di Kampus UNP, Jumat (1/3/2019). FOTO : WEBSITE : KPU RI

TERASMALUKU.COM,-AMBON-KPU Kota Ambon terus mengupayakan sosialisasi ke berbagai kalangan sebelum tanggal pemilihan. Pemilih perempuan salah yang jadi target sosialisasi dengan jumlah populasi terbanyak dibanding pria. Data dari KPU kota jumlah pemilih perempuan sebanyak 116.512.

Dari tahun ke tahun menunjukkan potensi besar untuk meraih suara. Rikke Uruilal, Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat Pendidikan Pemilih dan SDM membenarkan hal itu. “Perempuan salah satu yang jadi sasaran sosialisasi untuk pemilihan. Mereka potensial dan populasinya banyak,” jelasnya kepada Terasmaluku.com saat ditemui Senin (4/3/2019).

Menurutnya populasi perempuan jauh lebih banyak dibanding pria dan itu linier dengan tingkat partisipasinya. Pihaknya juga menyasar kelompok-kelompok kecil di lima kecamatan se-Kota Ambon. Tujuannya tidak hanya untuk memberi pemahaman namun juga untuk menekan angka golput.

Apalagi kali ini ada lima jenis pemilihan dengan jumlah calon dan partai ratusan. Namun dia optimistis sosialisasi berkala dan terarah mampu menjawab target KPU. Salah satunya dengan membentuk relawan demokrasi. “Mereka ini perpanjangan tangan dari kami (KPU) yang turun ke 10 basis kelompok di masyarakat,” terang dia.

Mereka ini yang nantinya membantu sosialisasi di tingkat kecamatan pada 10 kelompok potensial besar. Seperti basis keluarga, pemilih pemula, muda, penyadang disabilitas dan keagamaan. Berdasar data KPU Kota, jumlah perempuan pemilih sebanyak 116. 512. Sedang pria 108.362.

Kepala Divisi Data KPU Kota Ambon Safrudin Bustam Layn pun mengakui partisipasi perempuan yang paling banyak. “Dari tiap pemilihan, perempuan yang paling banyak,” bebernya. Pada pileg 2014 pengguna hak pilih perepuan berjumlah 97,141, Pilpres 2014 95,188, Pilwakot 2017 81,926 dan pilgub 2018 sebanyak 76,474.

Partisipasi pemilih perempuan juga jauh lebih besar dibanding pria. Ini seperti sebuah anomali. Menurutnya pria lebih banyak membahas soal politik, namun pada hari H justru pemilih perempuanlah yang mendominasi. (PRISKA BIRAHY)