Peresmian Perpustakaan Hatukau dan 10 Program Inovasi Anyar

by
Pejabat Negeri Batumerah, Fenly Masawoy saat peresmian gedung Perpustakaan Hatukau negeri Batumerah pagi tadi, (17/8). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Perpustakaan Hatukau pagi tadi diresmikan langsung oleh Camat Sirimau bersama pejabat Desa Batumerah dan para relawan perpustakaan, (17/8/2020).

Peresmian itu sekaligus menjadikan perpustkaan sebagai salah satu tempat penunjang literasi terpadu di Kota Ambon. Koordinator perpustakaan, Arita Muhlisa kepada wartawan pagi tadi menjelaskannya. Kehadiran perpustakaan ini sejatinya sudah ada sejak tahun lalu dan rencana diresmikan pada awal 2020.

Relawan perpustakaan Hatukau

“Rencana itu sudah dari awal tahun 2020. Tapi terkendala banyak. Lalu berjalan dan katong fungsikan sebagai banyak hal,” jelasnya saat memberi sambutan di acara peresmian pagi tadi di depan Perpustkaan Hatukau, Negeri Batumerah Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

perpustakaan yang dibangun dengan dana desa itu kat Arita terus dimaksimalkan dalam hal pelayanan. Dari yang awalnya menjadi tempat baca, berkembang jadi pelatihan, ragam kegiatan hingga program-program unggulan inovasi yang membawa nama Kota Ambon harum di tingkat nasional.

BACA JUGA : https://terasmaluku.com/wow-relawan-perpustakaan-desa-di-ambon-jadi-pembicara-buat-pustakawan-dari-16-negara-aprika/

Arita bersama relawan punya ide-ide kreatif yang membikin perpustakaan tak sekadar ruang literasi. Tapi menunjang banyak kegiatan negeri dan kota Ambon. Pada peresmian itu juga dia memaparkan beberapa program baru dari perpustakaan.

Loading...

Ada 10 inovasi layanan yang diluncurkan Perpustakaan Hatukau. Di antaranya, Layanan Baca, Pinjam Pulang, Kursus Bahasa Inggris, Kursus Main Gitar, Digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Pemanfaatan Komputer dan Internet, BBQ (Belajar dan Baca Qur’an), Pelatihan Tanaman Organik dan Hidroponik, Center of Community Engagement, dan Kopi Kata.

Pada umunya, lanjut dia, layanan ini ada pada setiap perpustakaan. Namun, Arita dan kawan-kawan relawan lainnya menginovasikan hal baru, seperti Digitalisasi UMKM dan Pelatihan Tanaman Organik dan Hidroponik. Tujuannya agar masyarakat bisa berdaya untuk meningkatkan pendapatan keluarga ataupun untuk konsumsi pribadi.

“Kopikata, digitlisasi UMKM dan pelatihan hidroponik ini sepertinya asing, tapi kami membawa layanan-layanan yang melibatkan masyarakat dan bermanfaat bagi mereka.

Bahkan salah satu relawan perpustakaan merupakan perwakilan Maluku yang belajar soal tanaman hidroponik di Cianjur. Mereka berharapa selepas kepulangannya, teknik bertanam itu dapat diterapkan bagi warga negeri.

Arita Muhlisa koordinator perpustakaan

Pejabat Negeri Batumerah, Fenly Masawoy punya harapan besar agar perpustakaan dapat digunakan seluas-luasnya oleh masyarakat. Terkhususnya oleh warga yang tidak mampu.

“Saya minta kepada ketua-ketua RT, jangan sia-siakan layanan di Perpustakaan ini. Kalau bisa didata warga yang tidak mampu agar mereka juga bisa menikmati semua layanan ini. Ingat, perpustakaan bukan Cuma tentang baca buku, tapi menjadi pusat belajar bagi semua,” terang Fenly. Kualitas layanan perpustkaan juga harus diasah melalui berjejaring antar-komunitas.

Seperti logo perpustakaan yang baru. Ada banyak titik simpul neuron di kepala manusia perlambang kuatnya jaringan yang akan memajukan perpustkaan. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *