Peringati Hari Lahir Pancasila, Komunitas MSW Buat Sketsa Masjid

by
Komunitas Maluku Sketchwalk (MSW) membuat sketsa (gambar) langsung dengan obyek Masjid Raya An Nur, Negeri Batumerah Ambon, Kamis (1/6)

TERASMALUKU.COM,AMBON-Memperingati hari Lahir Pancasila 1 Juni  yang juga bertepatan dengan hari ke-6 Ramadan, komunitas Maluku Sketchwalk (MSW) mengisi saat menunggu berbuka puasa (ngabuburit) sembari melakukan live sketch atau membuat sketsa (gambar) langsung di tempat, dengan obyek Masjid Raya An Nur, Negeri (Desa) Batumerah Ambon, Kamis (1/6).  “Meski ini kegiatan ngabuburit, tapi teman-teman yang ikutan kegiatan live sketch ini ada yang muslim dan juga non muslim,” ujar Koordinator MSW Linley Jerry Pattinama, yang kebetulan beragama Kristen.

Menurut Jerry, pihaknya sengaja memilih lokasi Negeri Batumerah, karena desa ini merupakan salah satu desa adat di Kota Ambon, dengan mayoritas warga Muslim terbanyak di Pulau Ambon. “Desa ini juga dikenal sebagai desa kuliner di Ambon. Setiap Bulan Ramadan, ada puluhan lapak di desa ini yang menjajakan aneka kue dan takjil berbuka. Termasuk kue-kue tradisional di Kota Ambon, yang hanya dijumpai saat bulan puasa. Pembelinya bukan hanya warga Kota Ambon yang Muslim. Warga non Muslim juga ikut berburu kue di sini,” tutur Jerry.

Menyinggung tentang obyek sketsa mereka, yakni Masjid Raya An Nur, Jerry katakan, ini salah satu contoh yang memperlihatkan harmonisnya hubungan Hidup Orang Basudara (Bersaudara) di Maluku. “Sebab Masjid ini saat dibangun dan saat direnovasi, melibatkan warga Muslim dan non Muslim. Pada tahun 2007, masyarakat dan Raja Negeri Ema dan Negeri Passo (di Pulau Ambon) yang Kristen berbaur dengan masyarakat dan raja negeri Pela Gandong-nya (hubungan kekerabatan) yang Muslim di Negeri Batumerah ini, pada saat pemasangan tiang alif Masjid Raya Batumerah,” tutur Jerry.

Saat itu para lelaki dari ketiga desa yang berbeda agama itu, menurut Jerry, saling bahu membahu membawa naik Tiang Alif untuk dipasangkan pada masjid tersebut. Bukti lain sikap toleransi dan keharmonisan, menurut Jerry, diperlihatkan warga Desa Batumerah, saat menyiapkan rumah mereka untuk ditempati kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XI tahun 2015. “Ketulusan warga Batumerah itu, menggambar ketulusan kami di Maluku,” ujar Jerry yang anggota komunitasnya dari berbagai latar belakang profesi, seperti PNS, mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga dan jurnalis itu.

Secara rutin, komunitas MSW melakukan live sketch atau membuat gambar sketsa yang menggambagkan suasana kota, maupun pemandangan alam di Pulau Ambon atau pulau lainnya di Maluku. Beberapa anggotanya juga menyempatkan ikut pada even sketsa nasional maupun internasional, seperti International Semarang Sketchwalk di Semarang dan Asialink Sketchwalk Bangkok di tahun 2016 lalu. (ADI)