Permendes Harus Jadi Acuan Perencanaan dan Penyaluran Dana Desa Tahun 2021

by
Peserta Rapat Evaluasi dan Sosialisasi Permendes Nomor 13 Tahun 2020 di Amans Hotel, Ambon, Kamis (19/11/2020) foto bersama sesaat setelah pembukaan. FOTO : RUZADY

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Gubernur Maluku, Murad Ismail meminta  aparatur desa, tenaga pendamping profesional maupun OPD terkait di Maluku harus benar-benar memahami dan mengacu pada Peraturan Menteri Desa (Permendes), Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 dalam membuat perencanaan dan pengelolan Dana Desa tahun 2021. Ini penting sehingga dalam perencanaan pembangunan terukur dan menjawab seluruh permasalahan di desa.

“Saya berharap agar kegiatan ini dapat dijadikan sebagai momentum yang berharga dalam menyatukan ide dan gagasan baru yang nantinya akan dijadikan panduan perencanaan dan penggunaan dana desa yang lebih efektif dan bermutu sesuai yang dicita-citakan Presiden RI, Joko Widodo bisa terlaksana dengan baik,”pesan Gubernur lewat sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, M. Saleh Thio saat membuka rapat evaluasi Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020 dan Sosialisasi Permendes Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 menuju kemandirinan desa di Amans Hotel, Ambon, Kamis (19/11/2020).

Loading...

Kegiatan ini diikuti oleh ASN Dinas PMD Provinsi Maluku, Dinas PMD dan Bappeda kabupaten/kota, raja/kepala desa/kepala ohoi, koordinator wilayah 5 Provinsi Maluku dan koordinator Tenaga Ahli Program Provinsi (TAPP) atau Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) 11 kabupaten/kota hingga Jumat 20 November.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Maluku, Umar Alhabsyi menambahkan, ada tiga hal yang menjadi prioritas dalam penggunaan DD Tahun 2021 sesuai Permendes, PDT dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 yang saat ini disosialisasikan.

Yang pertama pertumbuhan ekonomi berskala desa. Ini berkaitan dengan revitalisasi BUMDes hingga pengadaan listrik. Kedua, prioritas nasional yaitu pengembangan desa wisata, penanganan stunting hingga ketahahan pangan.

Dan prioritas ketiga adalah adaptasi kebiasaan baru seperti Desa Aman Covid hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari DD. “Itu tiga sasaran sesuai amanat Permendes Nomor 13 Tahun 2020,”sebutnya.

Dirinya berharap melalui Rapat Evaluasi dan Sosialisasi ini penyaluran DD di Maluku bisa berjalan lancar dan tepat sasaran tidak terjadi seperti saat ini dimana penyaluran DD di Maluku khususnya tahap III ada keterlambatan. “Nanti hasil akhir rapat ini akan kita sampaikan ke Pak Gubernur,”kata Umar Alhabsyi. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *