Permintaan Beras Naik Jadi 100 Ton Perhari Selama Pandemi

by
Penjualan beras semasa pandemi Covid-19 berimplikasi pada naiknya permintaan hingga 100 perhari, (27/4). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Permintaan beras di Perum Bulog naik pesawat. Selama pandemi Covid-19 serta kebijakan pembatasan wilayah PSBR di Maluku berimplikasi pada lonjakan distribusi beras di tengkat pengecer di pasar.

Sejak lebih dari dua pekan ini terjadi perubahan perilaku masyarakat di pasar. Hal itu terekam dalam jejak pembelian beras perharinya. Pelum Bulog Divre Maluku mencatat di hari biasa kurva peermintaan beras hanya bermain di angka 30-40 ton per-hari.

Padahal ada target khsus yang diturunkan dari pusat terkait tingkat penjualan beras. “Kalau hari biasa itu hanay 3- sampai 40 ton saja. Padahal target dari pusat itu harus sampai 100,” beber, Kepala Bidang Pengadaan Operasional dan Pelayanan Publik, Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Maluku, Hamdani Malawat, Senin (27/4/2020).

Loading...

BACA JUGA:  Stok Beras Aman 2 Ribu Ton Dalam Perjalanan ke Ambon

Di lain sisi hal ini menjadi sesuatu yang disyukuri karena target penyakuran bisa terealiasi meski dia yakin usia ini kurva akan kembali landai. Untuk itu pihaknya memastikan agar tidak sampai ada kelangkaan beras.

Stok di sejumlah gudang Bulog di Maluku terus diisi. Bahkan ribuan  karung beras sednagd alam perjalanan dari Surabaya ke Ambon. “Ini efeknya orang panic buying. Permintaan tinggi. Tapi katong pastikan aman kok sampai lebaran dan sesudahnya,” lanjut Hamdani. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *