Permudah Konsumen, Dua Unit Pertashop di Maluku Jual BBM Nonsubsidi

by
Konsumen pertamax sedang mengisi BBM pada Pertashop Natsepa, Kabupaten Maluku Tengah, (10/2). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Maluku kini telah memiliki dua layanan pertashop. Masing-masing baru melayani penyaluran produk pertamax.

Ini merupakan layanan serupa SBPU namun dengan kapasitas kecil dan mini. Tujuannya untuk menjangkau masyarakat yang belum terlayani oleh lembaga penyalur BBM, seperti SPBU.

Loading…

Salah satunya pertashop Natsepa. Lokasinya berada di jalan menanjak setelah pantai Natsepa Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon dan kawasan Laha Kota Ambon.

Ukurannya jauh lebih kecil dari SPBU serta hanya melayani satu nosel, pertamax. Humas PT. Pertamina Persero MOR VIII, Edi Mangun kepada sejumlah awak media di Ambon menjelaskan. Pembangunan pertashop agar memudahkan jangkauan masyarakat.

“Salah satu tujuannya untuk mendekatkan layanan. Kenapa karena acuan dirikan pertashop adalah minimal 10 kilometer dari SPBU. Jadi dia 10 kilometer baru kita bangun,” jelas Edi usai Workshop Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021, di Baguala Resort and Spa.

Selain itu baru ada satu layanan bahan bakar yang tersedian yakni nosel pertamax. Saat ditanyai alasan penyediaan BBM, Edi menyatakan pertamina mengacu pada aturan pemerintah yang berlaku.

“Kenapa yang dijual BBM nonsubsidi. Karena kita kembali pada aturan pemerintah mengatur bahwa BBM subsidi harus dijual di lokasi dan tempat tertentu. Pola distribusinya tertentu,” terangnya.

Lebih lanjut kata Edi, pihaknya tidak bisa asal dalam menjual produk. BBM subsidi memiliki ruang penjualan yang telah diatur oleh pemerintah. Untuk itu baru pertamax yang dijual di pertashop.

Namun tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan nosl lain seperti dexalite di situ.

Salah satu pertashop yang telah beroperasi yakni di dekat Pantai Natsepa. Saat wartawan berkunjung di sana, tampak ada satu dispenser dengan produk nonsubsidi, pertamax.

Afan Rangwoho, operator pengisian BBM menjelaskan pertashop tempatnya bekerja telah beroperasi selama 2 minggu. “Dan sudah banyak orang yang datang. Memang cuma pertamax, tapi masyarakat kan jadi lebih dekat, tidak perlu jauh cari BBM,” akunya kepada wartawan sore tadi.

Itu terbukti dari jumlah BBM yang habis dalam sehari diluar target. Menurut Afan, jumlah liter minyak yang keluar setiap hari di atas ekspektasi target rata-rata di layanan pertashop.

“Menurut pengawas pertamina 300 liter saja itu sudah lumayan. Ini kemarin bisa laku sampai 460 liter,” jawabnya. Dia optimistis kehadiran pertashop akan membantu dan beri kemudahan kepada masyarakat. (PRISKA BIRAHY)