Pertamina Minta Bantuan Polisi Ungkap Modus Kelangkaan Minyak Tanah di Maluku dan Papua

by
Sejumlah warga Kota Ambon antri mendapatkan minyak tanah di sebuah agen minyak tanah kawasan Tanah Rata Kota Ambon, Senin (4/1/2021). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON- PT. Pertamina (Persero) meminta bantuan aparat Kepolisian dan pemerintah daerah untuk mengungkap modus kelangkaan minyak tanah (Mitan) di sejumlah wilayah di Maluku, dan Papua. Warga di sejumlah daerah di Maluku dan Papua  sejak akhir Desember 2020 dan awal Januari 2021 sluit mendapatkan Mitan.

Unit Manager Communication, Ralation dan CSR Regional Papua Maluku, Edi Mangun membantah adanya kelangkaan minyak tanah di wilayah Maluku,  dan Papua.

Hal ini diketahui stok di terminal BBM di Maluku atau Papua masih aman dalam 15 hari ke depan. Terlebih dalam minggu ini akan ada kapal pengangkut BBM yang akan bersandar di terminal Ambon dan Papua.

Sementara dalam penyaluran minyak tanah di agen atau pangkalan, kuota masih sesuai seperti awal dan tidak mengurangi jatah yang diberikan.

“Menjadi pertanyaan adalah walaupun stock aman dan kami lakukan distribusi normal ke agen dan pangkalan di awal tahun selalu muncul berita kelangkaan ?” kata Edi, Jumat (8/1/2021).

Amanah UU Migas bahwa untuk pengawasan di luar jangkauan Pertamina melibatkan seluruh elemen dari Dinas Perindagkop dan aparat penegak hukum untuk dapat mengawasi mobilisasi pergerakan mobil minyak tanah.

“Peristiwa kelangkaan minyak tanah sering terjadi masuk tahun baru. Aparat keamanan dan Disperindagkop dapat mengungkap apakah ada atau tidak modus operandi dengan kelangkaan minyak tanah ini,” Edi menambahkan. (ADI)