Pertamina Mulai Berlakukan BBM Satu Harga di Seram Bagian Barat

by
Adiatma Sardjito Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero)

TERASMALUKU.COM,-AMBON–PT. Pertamina (Persero) berjibaku merealisasikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga yang menjadi salah satu program Pemerintah. Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku Papua, telah membangun dan mengoperasikan Lembaga Penyalur (LP) di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi  Maluku,  untuk melayani penjualan BBM Bersubsidi di wilayah Pulau Seram. Peresmian operasional LP Seram dilakukan Senin (2/10) di Dusun Wailey Desa Latu Kecamatan Amalatu Kabupaten SBB.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatama Sardjito dalam siaran pers yang diterima Terasmaluku.com, Minggu (1/10) mengatakan, pada tahun 2016 MOR VIII Maluku Papua telah melaksanakan Program BBM Satu Harga di 8 (delapan) Kabupaten di Papua dan  Papua Barat. Sejalan dengan program BBM 1 harga Nusantara, pada tahun 2017 titik pembangunan Lembaga Penyalur Pertamina di daerah 3 T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal) juga dilakukan di wilayah Maluku Utara dan Maluku.

Saat ini menurut Adiatama  di Pulau Seram dan Pulau  Ambon lembaga penyalur sudah tersedia dan dapat melayani pembelian BBM dengan harga yang sama dengan ketentuan nasional. Untuk Premium Rp 6.450 dan Solar Rp 5.150. “Dengan terus bertambahnya pengoperasi lembaga penyalur ini, menunjukkan komitmen Pertamina untuk mendukung program pemerintah demi mewujudkan energi berkeadilan,” kata Adiatama dalam siaran pers tersebut.

Dengan beroperasinya BBM Satu Harga di Pulau Seram, sampai awal Oktober 2017, Pertamina telah menuntaskan 25 titik di daerah 3 T.  Sesuai target yang ditetapkan sampai akhir tahun 2017, menurut Adiatma, Pertamina akan merealisasikan Program BBM Satu harga dengan membangun 54 Lembaga Penyalur di daerah 3 T, dari total 150 lembaga penyalur BBM Satu Harga sampai dengan 2019. Sebagaimana dialami di wilayah Papua, tantangan yang dihadapi dari Program BBM Satu Harga itu yakni bagaimana menjamin ketersediaan BBM tiap hari dan dapat dikonsumsi masyarakat.

“Sebelum kehadiran lembaga penyalur resmi di Amalatu, masyarakat membeli BBM dengan harga resmi di SPBU dengan jarak kurang lebih 50 km atau harus membelinya di pengecer diatas harga yang ditetapkan pemerintah,”ungkap Adiatma.

Selain itu, dari aspek finansial, karena margin dari Program BBM Satu Harga sangat kecil, sebagaimana di wilayah Papua, MOR VIII Maluku Papua, juga akan memberikan margin khusus kepada LP 3 T di Pulau Seram, jika memiliki cash flow dan penebusan BBM lancar.

Begitu kompleks permasalahan implementasi BBM Satu Harga, Adiatma menambahkan Pertamina mengharapkan dukungan dari Pemerintah Daerah, seperti di Papua, dan Pemda di Pulau Seram antara lain membantu pembangunan infrastruktur sehingga memudahkan transportasi pengangkutan BBM sampai ketujuan juga pembangunan storage (tempat penyimpanan nya) agar LP itu bisa secara kontinyu dan lancar dapat menjual BBM Subsidi kepada masyarakat.

Selain itu pengawasan dan penertiban terhadap pengecer yang sering menjual BBM dengan harga tinggi juga merupakan hal yang perlu mendapat perhatian pemda beserta aparat terkait agar program BBM 1 harga ini bisa terimplementasi dengan baik. (ADI)