Pesan  Presiden Yang Dibacakan Walikota  Ambon di Hari Pancasila

by
Walikota saat membacakan sambutan Presiden Jokowi pada Hari Pancasila 1 Juni 2017. FOTO : IAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar upacara memperingati Hari Lahirnya  Pancasila Tanggal 1 Juni 2017, yang berlangsung di Halaman Balai Kota, Kamis (1/5). Upacara dipimpin langsung Walikota Ambon Richard Louhenapessy, juga diikuti Wakil Walikota Ambon Syrarif Hadler, Sekretaris Kota Ambon A.G Latuheru dan  Apartur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Ambon.

Meski diguyur rintik hujan upacara peringati Hari Pancasila ini tetap berlangsung khidmat. Dalam upacara ini, Walikota Ambon membaca teks Pancasila dan Surat Keputusan Presiden RI Joko Widodo,  Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Pancasila.Dalam upacara ini juga Walikota Ambon untuk pertama kalinya setelah dilantik membacakan sambutan tertulis  Presiden.

Walikota saat membaca sambutan Presiden mengatakan, Pancasila yang diproklamasikan oleh mantan Presiden Soekarno merupakan perjuangan besar para pendiri negara, para ulama dan pejuang Kemerdekaan Indonesia dari seluruh pelosok negeri. Sehingga dapat membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan seluruh daerah ini. “Kodrat Indonesia adalah keberagaman, Takdir Tuhan kepada kita itu keberagaman dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Menurutnya, saat ini kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara sedang mengalami tantangan, kondisi kebhinekaan sedang diuji dengan sikap tidak toleran yang mengusung idiologi lain, selain Pancasila. “Kondisi kebhinekaan dan keikaan kita saat ini sedang diuji, kondisi ini telah mengancam kebinekaan dan keikaan kita oleh sekelompok orang yang mengusung ideologi lain, masalah seperti ini juga sangat mencemaskan oleh penggunaan media sosial yang mempublikasikan berita hoax,” kata Presiden.

Kepala negara  juga mengatakan, dengan adanya Pancasila, Indonesia merupakan harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil, dan makmur ditengah kemajemukan. “Saya mengajak peran akrif seluruh komponen masyarakat dari ulama, pendeta, TNI dan Polri, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh komponen masyarakat untuk tetap menjaga Pancasila,” katanya.

Ia juga mengatakan, pemerintah akan bertindak tegas terhadap gerakan-gerakan yang anti Pancasila, Undang-Undang Dasar, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, pemerintah juga akan bertindak tegas terhadap gerakan komunisme yang telah dilarang di Indonesia. (IAN)