Peserta Harap Ada Penyesuaian Penilaian Tes Online

Peserta Harap Ada Penyesuaian Penilaian Tes Online

SHARE
Peserta tes CAT di SMP Negeri 6 Ambon berharap ada kebijakan soal penilaian tes seleksi online tingkat kota. Pemerintah kini berupaya agar sistem penilaian bisa disesuaikan. Yakni dengan menggunakan penilaian akumulatif. FOTO: PRISKA BIRAHY

TERASMALUKU.COM – Satu hari jelang hari terkahir computer assisted test (CAT) untuk seleski CPNS Kota Ambon ada 25 peserta yang lulus. Jumlah itu tak sampai satu persen dari 231 kuota yang disediakan. Para peserta menilai perbedaan nilai di tiap kategori tes dan total nilai tes cukup berat.

Zakinah, peserta tes CAT masih menyimpan keyakinan untuk bisa lolos. Alumnus SMN 1 Namlea Pulau Buru itu berusaha optimistis meski banyak peserta gagal. Tes karakteristik pribadi (TKP) jadi salah satu ketakutannya. Dari cerita peserta yang lebih dulu tes, banyak yang gagal pada jenis soal itu.

“Dari cerita banyak yang jatuh di TKP. Padahal belum tentu juga dia itu buruk. Paling cuma kurang satu nilai,” akunya kepada Terasmaluku.com sesaat sebelum masuk tes sesi IV di SMP Negeri 6 Ambon.

Menurutnya sistem penilaian berdasarkan tiga kategori soal amat memberatkan. Padahal, belum tentu kemampuan orang tersebut dibawah standar. Baginya, kurang satu nilai bisa disebabkan banyak foktor. “Bisa jadi peserta telat waktu atau karena soal terlalu panjang. Beta liat dia layar banyak peserta pung nilai sampai 300 lebih,” jelas Zakinah. Peserta lain pada tes tingkat provinsi pun berpendapat serupa. Soal pada kategori TKP dirasa terlalu panjang. Sementara waktu untuk satu soal tak sampai 60 detik.

Benny Selanno Kepala BKD Kota Ambon mengawasi langsung tes seleksi online CPNS tingkat kota.

Dia berharap usulan walikota tentang sistem passing grade akumulatif dapat menyelamatkan banyak pelamar di Kota Ambon. Doce Pattipeilohy juga punya keingan serupa. Doce yang kemarin (7/11) mengantar anaknya tes mengaku kecewa dengan hasil tersebut. “Beta anak seng lolos. Kurang cuma satu nilai saja. Kalau seng lulus pengangguran banyak ini mau taruh di mana,” keluh dia.

Pemerintah kini berupaya agar sistem penilaian disesuaikan. Yakni dengan mengambil nilai akumulatif atau total nilai dari tiga kategori soal yang diujiankan. “Esok rapat dengan seluruh kepala daerah. Kuota ini kan kebutuhan kalau tidak ada yang isi bagaiman,” terang Benny Selanno Kepala BKD Kota Ambon.

Pemerintah sebelumnya telah memperhitungkan kebutuhan di tingkat kota. Jumlah 231 itu mau tak mau harus disi sesuai posisi. Sementara hingga sesi ketiga tes CAT baru ada 25 yang lulus. Jumlah itu masih harus dipangkas lagi. Berdasarkan kebutuhan pegawai hanya ada 17 posisi di tingkat pemerintah kota. “Nantinya ada delapan orang yang gugur. Jadi jangan senang dulu, masih ada tes satu lagi,” katanya. (PRISKA BIRAHY)

 

loading...