Pesona Hatta di Kepulauan Banda, Melebihi Bali

by
Steven, wisatawan asal Austria di Pantai Wisata Pulau Hatta, Sabtu (12/11).

Kepulauan Banda Provinsi Maluku memiliki banyak tempat wisatanya. Satu diantaranya Pulau Hatta Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Hatta adalah sebuah pulau kecil, satu desa dengan hamparan pasir putih yang indah di sepanjang garis pantai. Terletak di sebelah timur Kepulauan Banda, Hatta mulai ramai dikunjungi wisatawan asing sejak 2015. Keindahan pantainya disebut-sebut melebi Bali, destinasi wisata mancanegara di Indonesia.
Lalu apa yang membuat pantai wisata Pulau Hatta melebihi Bali. Seorang anggota polisi asal Austria, Stevan yang kini berlibur di Pulau Hatta mengungkapkan, pantai wisata Pulau Hatta memiliki pesona tersendiri bila dibandingkan dengan pantai wisata di Bali yang pernah dikunjunginya. Stevan yang sudah empat kali berlibur di Pulau Hatta itu menyatakan, yang unggul dari Bali dengan Pulau Hatta hanya adat istiadat dan budayanya saja. Sedangkan pantainya, Hatta melebihi Bali. Di Hatta, Steven bisa menemukan banyak ikan snorkeling, terumbu karang dan pasir pantai yang indah di dalam laut.
“Lihat – lihat, wah pantai Hatta bagus sekali, bersih terbaik di Pulau Banda. Selain pantainya indah, ada banyak ikan, banyak terumbu karang melebihi di Bali, saya suka sekali di Hatta,” kata Steven saat ditemui Terasmaluku.com Sabtu (12/11) petang di Pantai Wisata Pulau Hatta. Di Hatta, Steven menginap di homestay milik warga setempat yang berada diatas pasir putih pantai itu. Dari tempat inapnya itu, Stevel bisa melihat langsung indahnya pantai Hatta ke laut lepas dengan air yang jernih.
Steven sudah sepekan berada di Hatta, dan akan berada di pulau itu lebih dari sepekan. Sebelumnya, pria gempal ini selalu berlibur ke Bali, namun karena menemukan pesona Hatta, ia pun lebih memilih pulau tersebut dari pada Bali. “Saya dari Austria menuju Jakarta, setelah itu menuju Kota Ambon, Banda dan langsung ke Hatta, tidak singgah daerah lain lagi,” tutur Steven. Yang berbeda juga dengan Bali, menurut Steven, objek wisata Pulau Hatta masih alami, tidak ada jaringan telekomunikasi. Sehingga benar – benar liburannya tidak terganggu dengan dunia luar. “Di Hatta, saya menikmati betul liburan ini. Bangun tidur menikmati indahnya pantai pasir putih, dan deburan ombak, pemandangan indah. Setelah itu snorkeling, lihat banyak ikan dan terumbuh karang yang indah, itu sangat senang,” katanya.
Hatta memiliki pasir putih dengan panjang 2 km, hamparan pasir putih halus yang lebarnya sekitar 50 meter ke bibir pantai. Air pantainya yang bersih, penuh dengan pasir putih, terumbu karang yang indah serta langsung mencapai palung penuh dengan beragam ikan. Kondisi ini membuat pengunjung bisa berenang sepuasnya sambil menyaksikan kelompok ikan di tepi pantai itu.
Di sepanjang pantai berpasir putih itu terdapat pohon – pohon yang rindang, homestay dan kotet-kotek milik warga berjejer rapi. Wisatawan bisa juga memilih kotek-kotek diatas air laut. Saat ini ada puluhan wisatawan asing dari berbagai negara di Eropa Amerika dan Australia yang berlibur. Selain mengginap di homestay dan kotet-kotek warga, sebagian wisata juga datang di pantai wisata itu untung snorkeling dan berenang. Dari pantai yang indah itu, pengujung bisa menyaksikan sunset, matahari terbit dan sunrise, matahari terbenam. Sebagian wisatawan hanya menggunakan bikini menikmati indahnya pantai itu sambil membaca. Lokasi pantai ditata sebagus mungkin sehingga membuat wisatawan nyaman. “Yang saya suka dari pantai wisata Hatta, warganya juga ramah, mereka sangat asyik dengan kita,” kata Steven.
Hatta berjarak sekitar 25 km dari Kota Naira, Ibukota Kecamatan Banda. Pulau ini sebelumnya bernama Rozengain, diberi nama Hatta, sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu Proklamator Indonesia Merdeka, Mohammad Hatta, yang saat pengasihannya di Kepulauan Banda juga mendatangi pulau ini. Raja Negeri Hatta Sudar Raharusun menyatakan, setiap hari ada sekitar 60 wisatawan asing yang menginap di homestay dan kotet-kotek milik warga. Jumlah itu belum termasuk wisatawan nusantara dan asing yang datang sekedar snorkeling, menyelam. “Tiap hari ada lebih dari seratusan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pulau Hatta, ini terjadi sejak setahun terakhir ini,” kata Sudar. Ia mengakui kehadiran wisatawan ke daerahnya itu, mendatangkan keuntungan ekonomi yang sangat besar tidak hanya bagi warga pemilik homestay dan kotet, tapi juga nelayan, petani dan warga lainnya. Warga mendapatkan keuntungan ekonomi sebagai dampak meningkatnya kunjungan wisatawan ke Hatta.
Menurut Sudar, biasanya kunjungan wisatawan ke Hatta banyak terjadi saat musim barat dari September hingga Maret. Pulau Hatta dapat dijangkau dengan menggunakan motor tempel milik warga setempat secara reguler dari Kota Naira, dengan waktu tempuh sekitar 90 menit dan tarifnya perorang Rp 25.000. Atau bisa juga menggunakan speedboat carteran dari Naira dengan waktu tempuh tak kurang dari 60 menit, dengan tarif mulai dari Rp 500.000.
Gubernur Maluku Said Assagaff yang mengunjungi daerah itu menyatakan kekagumannya atas pesona pantai wisata Hatta. Karena terpesona dengan keindahan pantainya, gubernur bahkan berkeinginan membeli sebuah lahan untuk membangun kotet, agar kelak berlibur bersama keluarga di pulau ini. “Hatta ini bisa kita sebut sekeping surga yang tersebunyi. Pulau ini layak dikunjungi. Karena itu saya minta warga tetap menjaga kebersihan, jaga keramahtamahan agar wisatawan makin banyak berkunjung,” katanya. (ADI)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *