Pihak Keluarga Tolak Makamkan Jenazah Bupati SBB Secara Protokol Covid

by
Bupati Seram Bagian Barat (SBB) M. Yasin Payapo. FOTO : Tangkapan layar

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pihak keluarga menolak makamkan jenazah Bupati Seram Bagian (SBB), almarhum Muhammad Yasin Payapo secara protokol Covid-19 meskipun almarhum positif Covid berdasarkan hasil pemeriksan Rapid Tes Antigen.

BACA JUGA : KABAR DUKA, Bupati SBB Meninggal Dunia

BACA JUGA : RSUP Ambon : Bupati Positif Covid

Ini setelah pihak Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku berbicara dengan pihak keluarga Bupati SBB Minggu malam.

“Tadi kita sudah ketemu di rumah duka dengan Sekda SBB dan pihak keluarga. Sekda SBB yang lakukan pendekatan, tapi keluarga sangat tidak mau untuk dilakukan pemakaman sesuai protokol Covid. Dengan alasan beliau meninggal di rumah meskipun rapid antigennya itu positif. Lalu kemudian kita bicara dengan keluarga sama-sama dengan Sekda SBB, pada prinsipnya keluarga menolak dengan keras dan tidak mau,”beber Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Henri Far Far saat dihubungi via seluler Minggu malam belum lama ini.

Padahal lanjut pria yang juga menjabat sebagai Kepala BPBD Provinsi Maluku ini, Tim Satgas Covid Maluku telah menjelaskan berbagai hal seputar penanganan jenazah pasien Covid-19, namun pihak keluarga Bupati SBB tetap bersikukuh menolak.

Bahkan pemulasaran jenazah almarhum secara protokol Covid juga ditolak pihak keluarga.

        Bukti hasil pemeriksaan Rapid Antigen Bupati SBB. Foto : Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku

“Kita sudah menjelaskan beliau meninggal berdasarkan hasil rumah sakit itu positif walaupun dibawa pulang ke rumah baru meninggal. Tapi menolak dengan keras termasuk pemulasaran jenazah secara protokol covid juga ditolak,”sambungnya.