Pilkada Tual Kondusif, Kapolres Malra Sampaikan Terima Kasih Seluruh Masyarakat

Pilkada Tual Kondusif, Kapolres Malra Sampaikan Terima Kasih Seluruh Masyarakat

SHARE
Kapolres Malra AKBP Indra Fadhillah Siregar melakukan pemeriksaan anggota di depan Kantor KPU Kota Tual saat pleno penetapan DPT Pikada Sabtu 14 April 2018. FOTO : DOK.(TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-TUAL- Hanya memerlukan waktu singkat, Kota Tual berhasil membuktikan diri, sebagai daerah terkondusif sepanjang pelaksanaan Pilkada 27 Juni 2018 sekaligus mematahkan peringkat pertama indeks kerawanan Pilkada (IKP) yang dikeluarkan Bawaslu RI. Hingga Pilkada berakhir dengan penetapan Adam Rahayaan dan Usman Tamnge sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tual terpilih periode 2018-2023 oleh KPU Kota Tual, situasi keamanan di Tual tetap kondusif tidak ada gangguan keamanan sedikitpun.

Polres Maluku Tenggara (Malra) dan Kodim 1503/Tual dinilai sukses melaksanakan tugas besar yang diemban untuk mengurai IKP Kota Tual sebagai daerah terawan di Indonesia. Kapolres Malra AKBP Indra Fadhila Siregar kepada wartawan di Tual, Rabu (25/7/2018) menyampaikan ungkapan terima kasih serta apresiasi terbesar, kepada seluruh lapisan masyarakat di Kota Tual dan juga di Kabupaten Malra yang turut terlibat dalam mensukseskan Pilkada sehingga berjalan kondusif. Padahal Pilkada di Kota Tual dicap sebagai daerah paling rawan.

“Saya selaku Kapolres beserta jajaran, mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Tual maupun Kabupaten Malra, karena hingga akhir penyenggaraan Pilkada Kambtimas di dua daerah ini tetap terjaga dan predikat IKP peringkat pertama untuk Kota Tual dapat dibalikan, Pilkada berjalan aman dan damai,”kata Kapolres.

Polres Malra selain mengamankan Pilkada Kota Tual juga mengamankan Pilkada Malra karena merupakan wilayah hukum Polres Malra serta mengamankan Pilkada Maluku. Menurut Kapolres keberhasilan pelaksanaan Pilkada merupakan upaya bersama Polri-TNI, penyelenggara, pengawas, tokoh agama, tokoh adat serta seluruh lapisan masyarakat Kota Tual.

Sementara itu, berbeda dengan penyelenggaraan Pilkada Kota Tual yang telah tiba pada proses penetapan, penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Malra masih terus bergulir. Hal tersebut disebabkan adanya gugatan Paslon di Mahkamah Konstitusi. Dengan adanya gugatan itu, Kapolres menghimbau masyarakat Kabupaten Malra untuk tetap menjaga Kambtimas serta hargai proses hukum yang sementara berlangsung.

“Sekalipun proses Pilkada di Malra belum final,maka saya himbau masyarakat untuk menahan diri serta mengawal prosesnya hingga selesai dengan tetap menjaga situasi kondusif yang sejauh ini sudah dirasakan bersama. Jangan terpancing atau terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar,”katanya.

Kapolres percaya kondusifnya pelaksanaan Pilkada di Kota Tual dapat diimplementasikan oleh masyarakat di Kabupaten Malra. Untuk diketahui November 2017, Bawaslu RI merilis IKP, dimana Kota Tual berada pada peringkat pertama daerah paling rawan. Selain sebagai panitia pengamanan Pilkada serentak, Polres Malra dan TNI juga diemban tanggung jawab besar untuk mematahkan predikat IKP tersebut.

“Dengan berbagai upaya yang dilakukan, serta didukung berbagai lapisan masyarakat, termasuk perhatian khusus Polda Maluku, kami panitia pengamanan hanya membutuhkan waktu kurang dari setahun untuk memastikan penyelenggaraan Pilkada di Kota Tual berjalan dengan sukses , sekaligus mematahkan predikat IKP sebagai daerah paling rawan menjadi daerah paling kondusif penyelenggaraan Pilkada,” kata Kapolres. (AS)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...