PkM UKIM Beri Terapi Tertawa Ampuh Turunkan Darah Tinggi

by
Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) Universitas Kristen Indonesia Maluku kepada sejumlah lansia di pengungsian Desa Waai Kabupaten Maluku Tengah (6/11/2019)

TERASMALUKU.COM,AMBON – Siapa sangka, tertawa dapat menjadi salah satu metode pengobatan ekonomis. Penyakit hipertensi yang akrab dengan lansia, perlahan terobati dengan melakukan terapi tersebut.

Terapi ini bahkan telah dibuktikan tokcer menurunkan tensi dalam darah para lansia. Adalah Denefries Sumah, dosen Ilmu Keperawatan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) yang telah membuktikannya pada para lansia di tempat pengungsian.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM) UKIM, Denefries memandu sejumlah lansia mempraktikkan tertawa dengan cara yang tepat sebagai pengobatan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Terapi tertawa sebagai metode pengobatan komplementer yang ekonomis atasi hipertensi

“Rata-rata lansia di sana alami darah tinggi. Ya karena situasi di pengungsian buat kepikiran dan lain sebagainya,” jelas dosen Fakultas Kesehatan itu. Program PkM yang dijalankannya, sengaja mengambil lokasi di tempat pengungsian Puncak Damai, Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Ada sekitar 30 orang lansia di pengungsian yang mengikuti terapi tersebut. Menurut Denefries, sempat ada rasa grogi dan tidak biasa. Pasalnya, tertawa merupakan hal lazim serta bersifat spontan. Namun, kali ini mereka tertawa dengan arahan yang diberikan terapais.

Terapi ini, bukan lagi hal baru. Sudah banyak hasil penelitian dan jurnal internasional yang memaut tentang itu. Tertawa merangsang hipotalamus otak untuk mentransmisi sinyal yang memproduksi hormon endorphin.

“Hormon yang diproduksi tubuh ini dia melonggarkan pembulu darah. Atau terjadi vasodilatasi pelebaran pembuluh darah,” terang dia. Saat terjadi tekanan darah tinggi, pembuluh darah manusia penyempit. Oksigen yang dibawa dalam darah pun tidak terdistribuis dengan baik.

Nah saat tertawa, secara otomatis otak akan memproduksi hormon bahagia yang mampu melonggarkan kembali pembulu darah yang tadinya menyempit.

Saat memberi terapi itu di Waai, para lansia langsung merasa dampaknya. Dari yang semula canggung dan grogi, menjadi lebih lepas. Mereka tertawa ada yang karena bahagia atau lantaran merasa lucu saat melihat reaksi dari orang di sebelah mereka yang tertawa.

loading...

Ada beberapa cara tertawa yang diterapkan Denefries. Seperti dengan vokal A dan O, tertawa tanpa mengeluarkan suara sambil menunjuk orang lain, tertawa sambil menelepon, tertawa sambil membuat gerakan seperti memanah.

“Yang pasti tertawa itu harus dari hati. Dan itu terjangkit. Pas liat ada yang tertawa atau bikin gerakan tertentu yang lain ikut tertawa. Bahkan saat beta menjelaskan gerakan saja, mereka sudah tertawa,” kata perempuan 36 tahun itu.

Sudah banyak hasil yang terbit dalam jurnal-jurnal internasioal pun penelitian tentang tertawa dan manfaatnya bagi kesehatan. Tertawa itu menyehatkan, ekonomis dan gratis. Ia merupakan bagian dari terapi komplementer non-farmakologi yang mudah dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja.

Denefries pernah mempraktikan terapi ini bersama tim sebelumnya. Yakni saat menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju STIKIM pada 2012.

“Katong bikin akang di panti sosial. Dan ini sudah terbukti ada literature internasional dan hasil penelitin soal terapi tertawa,” jelasnya.

Hasilnya, signifikan. Saat tertawa tuuh menjadi rileks, menurunkan tingkat stres, atasi depresi dan cemas, menurunkan tekanan darah serta membuat tampak lebih awet muda.

Selain memberikan terapi tertwa, program PkM UKIM juga memberikan layanan pengukuran tekanan darah. Denefries berharap program yang baaru sekali dijalankan itu dapat diterapkan berkala oleh kader di posyandu lansia. Harapannya ada kolaborasi untuk mengadakan terapi tersebut, minimal di tingkat posyandu lansia. (PRISKA BIRAHY)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *