PKS Kembali Salurkan Bantuan Pengungsi Ke SBB

by

TERASMALUKU.COM,-KAIRATU- Tim Tanggap Bencana PKS Maluku bersama DPD PKS Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kembali menyalurkan sejumlah bantuan kepada warga di SBB yang menjadi korban gempa. Bantuan tersebut difokuskan di tiga titik yakni di Talaga Ratu, Leamahu dan Latu, Kamis (24/10/ 2019).

“Alhamdulillah. Kami kembali menyalurkan bantuan kepada pengungsi korban gempa. Kali ini di SBB. Di antaranya di Dusun Talaga Ratu, Dusun Leamahu dan juga di Desa Latu,” kata Abdul Gani Lestaluhu, Ketua Tim Tanggap Bencana PKS Maluku, Jumat (25/10/2019).

Lestaluhu yang juga Sekum DPW PKS Maluku itu menambahkan, bantuan yang disebarkan pada aksi sosial PKS kali ini yakni  sembako ke tiga titik pengungsi tersebut. Dirinya meminta masyarakat Maluku untuk mendoakan PKS agar terus berkiprah di Maluku.

“Beberapa bahan sembako kami sudah serahkan. Kami harap ini bisa meringankan beban masyarakat yang mengungsi. Mohon doa agar PKS di Maluku terus berkhidmat kepada masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS SBB, Ode Risno Judin, menyatakan bantuan yang disalurkan sebagai bentuk kepedulian PKS kepada warga yang terdampak bencana. “Ini sebagai rasa empati kami kepada pengungsi. Penyebarannya ke tiga titik. Semoga bisa bermanfaat ya buat masyarakat,” kata Risno.

Kepala Dusun Telaga Ratu, Kasrudin, menyampaikan apresiasinya kepada Tim Tanggap Bencana PKS dan DPD PKS Maluku. Menurutnya, kehadiran bantuan sangat membantu masyarakat di tenda-tenda pengungsian.”Saya ucapkan terima kasih banyak kepada PKS karena sudah mengunjungi kami dan memberi bantuan. Sumbangsih seperti ini sangat kami harapkan,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Leamahu, Mulkani Nurlette. Kehadiran PKS, kata dia, cukup membantu masyarakat di dusun tersebut.”Terima kasih banyak kami ucapkan kepada PKS yang sudah menyerahkan bantuan kepada warga di Leamahu. Ini cukup membantu warha disini,” ungkapnya.

Gempa tektonik yang menimpa Maluku sampai saat ini masih terjadi dengan magnitudo yang bervariasi. Kondisi itu membuat masyarakat enggan untuk balik ke rumah dan terpaksa menjalani aktivitas di tenda-tenda pengungsian. (FADLI.B)