Plafon Kantor Bupati Ambruk Serta Ratusan Penumpang Kapal Tertunda Berangkat Akibat Angin Kencang

by
Plafon kantor Bupati Buru Selatan (Bursel) ambruk ke lantai akibat terjangan angin kencang senin malam (28/1). FOTO: Taufik

TERASMALUKU.COM,-NAMROLE- Plafon Kantor Bupati Buru Selatan (Bursel) ambruk akibat diterpa angin kencang yang disertai hujan deras pada Senin (28/1/2019) malam.

Plafon yang ambruk itu terjadi di Ruang Ekbang dan ULP Kantor Bupati. Plafon kantor bolong dan berhamburan di lantai. Utung saja tidak ada aktivitas di kantor saat peristiwa terjadi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan jutaan rupiah akibat kejadian itu.

Selain kerusakan bangunan sejumlah pohon besar tumbang di tengah jalan di Kota Namrole. Seperti jalan dari arah pasar menuju PLN Namrole dan sekitar Desa Wali, Namrole. Hujan dan angin kencang yang datang tiba-tiba itu juga membuat masyarakat panik dan takut.

Angin kencang disertai hujan deras juga membuat penumpang KM Cruiser dari Namrole tujuan Bau-Bau, Sulawesi Tenggara tidak dibolehkan naik ke kapal. Penumpang diminta mencari posisi aman di dalam ruangan dari angin kencang dan ombak kuat yang menghantam pelabuhan. Sebagian yang memaksa naik kapal ada yang nyaris terjatuh ke laut.

Salah satu penumpang kapal dari Timika transit Namrole tujuan Bau-Bau, Edi Musriyanto mengatakan, saat datang angin kencang secara tiba-tiba disertai hujan lebat, tangga kapal nyaris patah.

“Tadi tali kapal bagian belakang putus. Bagian buritan menghadap ke kanan kapal, tangga tidak putus,” ujar Musriyanto penumpang KM Cruiser. Menurutnya tangga kapal sampai bergeser akibat diterjang angin kencang sehingga penumpang yang naik sulit menjaga keseimbangan.

“Pada saat (tangga) bergeser itu ada sekitar 10 orang di atas tangga. Ada ibu-ibu juga yang suda hampir jatuh ke laut, hampir jatuh tapi tidak jatuh” katanya melanjutkan.

Akibatnya aanak buah kapal langsung mengambil langkah antisipatif dengan segera memotong tali pengait kapal di pelabuhan. Tujuannya agar kapal menjauh dari dermaga dan berlabuh di tengah lautan.

“Untuk sementara kapal sedang berlabuh di tengah laut sambil menungguh cuaca membaik lalu bersandar lagi,” sebutnya. (TAUFIK)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *