PLN Gelar Syukuran Pengoperasian PLTU Tidore

by
Haryanto WS bersama Gubernur Maluku Utara

TERNATE_PT.PLN (Persero) menggelar syukuran pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap  (PLTU) Tidore Provinsi Maluku Utara (Malut). PLTU dengan kapasitas  7 Mega Watt (MW) ini  terletak di Desa Rum Balibunga Kecamaan Tidore Utara Kota Tidore kepulauah, Malut.

Syukuran  berlangsung Senin (5/9) di PLTU Tidore yang dihadiri Direktur PT.PLN (Persero) Regional Bisnis Maluku-Papua, Haryanto WS, General Manager PT.PLN Maluku dan Malut, Indrandi Setiawan, General Manager Unit Induk Pembangkit (UIP) Maluku Didik Sudarmadi,  Gubernur Malut, Abdul Ghani Kasuba, Walikota Tidero Kepulauan Ali Ibrahim, Sultan Tidore Husein Syah dan Walikota Ternate Burhan Abdurahman.

“Kami menggelar syukuran atas beroperasinya  PLTU  unit 2 dengan kapasitas 7 MW di Kota Tidore Kepulauan dan secara komersial (cod) mulai berjalan  29 Agustus 2016.Sedangkan unit 1 saat ini dalam tahap akhir menuju pengoperasian secara komersial yang diharapkan selesai pada akhir September 2016,” kata Haryanto dalam sambutannya.

Menurut Haryanto, PLTU  Tidore  merupakan pembangkit berbahan bakar batubara yang pertama beroperasi di wilayah Provinsi Malut,  dengan beroperasinya PLTU  Tidore  akan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk mengoperasikan pusat listrik tenaga diesel (PLTD).

PLTU Tidore ini merupakan bagian dari proyek percepatan PLTU 10.000 MW berdasarkan Peraturan Presiden RI nomor 71 tahun 2016, untuk menunjang penyediaan tenaga listrik serta program diversifikasi energi pembangkit listrik ke non BBM.

PLTU Tidore ini menggunakan bahan bakar Batubara berkalori rendah (tipikal 4000 kcal/kg) yang diangkut dengan kapal Tongkang dan dibakar di Jetty PLTU Tidore. Selanjutnya hasil produksi energi listriknya disalurkan ke Gardu Hubung Rum dan kemudian  ke jaringan Ternate-Tidore melalui saluran kabel bawah laut 20 KV.

Loading...

“Dengan bertambahnya kapasitas mampu pasok dari PLTU Tidore ini, diharapkan dapat  meningkatkan keandalan pasokan daya listrik dan pelayanan kepada masyarakat.  Meningkatkan rasio elektrifikasi yang saat ini di Malut sebesar 73,28 persen, yang pada tahun 2020 diharapkan akan meningkat menjadi 90 persen, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Ia juga menyatakan, berdasarkan rencana umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2016 – 2025 di Provinsi Malut,  dalam  lima tahun kedepan akan dibangun pembangkit, transmisi dan gardu induk  di seluruh wilayah Malut.

Diantaranya, PLTU Sofifi 2 X 3 MW, yang saat ini dalam tahap pembangunan cod akhir 2017,  PLTMG Ternate 30 MW cod 2017,PLTMG Sofifi 10 MW cod 2018, PLTMG Malifut 5 MW cod 2018, PLTMG Tobelo 10 MW cod 2018 dan daerah – daeral lainnya di Malut.

“Hingga tahun 2025, total investasi PLN  untuk pembangunan kelistrikan di Malut adalah sebesar USD 710 juta. USD 619 juta untuk pembangunan pembangkit dengan total kapasitas 360 MW, USD 64 juta untuk pembangunan jaringan transmisi sepanjang 436 kms. Dan USD 27 juta untuk pembangunan gardu induk berkapasitas total 340 MVA,” katanya.

Untuk suksesnya rencana pembangunan kelistrikan itu, Haryanto berharap Gubernur Malut dan jajarannya dapat membantu dalam hal perizinan dan pengadaan lahan.  Pada kesempatan ini juga, Haryanto atas nama  Direksi PT.PLN menyampaikan terimakasih atas bantuan Pemda setempat yang menghibahkan lahan untuk pembangunan pembangkit listrik.

Yakni  lahan PLTD Ternate di Kayu Merah, Lahan PLTD Tidore di Goto, lahan PLTMG Ternate di Kastela, lahan PLTMG Sofifi di Somahode dan PLTMG Tobelo di Galala. “Sehingga dengan dapatnya lahan secara hibah dari Pemda akan mempercepat mulainya pembangunan pembangkit,” katanya.

Sementara itu Gubernur menyampaikan terimahkasih dan apresiasi yang tinggi kepada PLN sehingga warganya bisa menikmati aliran listrik. Ia juga menyatakan, Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemkot dan Pemkab akan membantu percepatan upaya PLN membangun pusat –pusat kelistrikan di wilayahnya. ADI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *