PLN Maluku-Malut Kerahkan Pasukan Khusus Bantu Pemulihan Kelistrikan Pasca Bencana NTT

by
Kepala PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Adams Yogasara (paling ujung sebelah kiri) memberikan arahan kepada tim khusus yang akan dikirim ke NTT, Rabu (7/4/2021). FOTO : Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Sebanyak 20 orang pasukan khusus tenaga kelistrikan PT. PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (Malut), dikerahkan untuk membantu pemulihan kelistrikan pasca bencana banjir bandang dan angin topan seroja yang menerjang sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Puluhan petugas terpilih dari tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), dan Distribusi PLN itu rencananya diberangkatkan hari ini, Rabu (7/4/2021). Mereka akan membantu pemulihan kelistrikan sehingga dapat kembali dinikmati masyarakat.

Sebelum diberangkatkan ke NTT, tim khusus mendapat pengarahan dari Kepala PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Adams Yogasara di PLN UP3  Ambon, Rabu page.

“PLN Maluku dan Maluku Utara diwakili beberapa UP3 dari Ambon akan ada 10 orang, ditambah dengan UP3 Sofifi dan Ternate 10 orang. Artinya ada 20 orang yang dikirim untuk membantu percepatan pemulihan bencana yang ada di NTT. Hari ini akan berangkat,” kata Yusrizal, Manager PLN UP3 Ambon kepada wartawan.

Dia berharap, pengerahan personil terlatih ini dapat membantu pemulihan kelistrikan, sehingga masyarakat NTT, korban bencana banjir dan angin topan kembali menikmati fasilitas kelistrikan.

“Mudah-mudahan, mohon doanya biar teman-teman tetap sehat, sehingga dapat membantu personil yang lain yang ada di sana, untuk segera memulihkan efek bencana terutama kelistrikan,” katanya.

Yusrizal menyebutkan, puluhan personil dengan keahlian berbeda ini akan membantu perbaikan kelistrikan seperti mengatasi jaringan rusak, tiang roboh hingga gardu dan travo yang rusak.

“Mereka akan memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak, bisa roboh, bisa lepas dari tiangnya, atau juga dari gardu dan travo yang rusak,” tandasnya.

Untuk diketahui, bencana alam seperti banjir bandang, angin kencang dan tanah longsor menerjang sejumlah daerah di NTT sejak Minggu (4/4/2021).

Bencana tersebut telah menyebabkan ribuan warga mengungsi, ratusan jiwa meninggal, dan ribuan rumah maupun fasilitas umum serta perkantoran mengalami kerusakan.

Peliput : Hus

Editor : Hamdi