PLN Serahkan 65 Tempat Sampah kepada PKK Maluku

by
PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) serahkan 65 tempat sampan kepada Widya Murad Ismail, Ketua PKK Maluku, (8/6). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) baru saja menyerahkan 65 tempat sampak kepada PKK Provinsi Maluku. Penyerahan tersebut juga langsung disalurkan lagi kepada sejumlah pihak dalam rangka sinergi bersama.

Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh General Manager PLN UIW MMU Romantika Dwi Juni Putra kepada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Widya Murad Ismail pada hari Senin (8/6) di Ambon.

“inI dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup. Tujuannya biar masyarakat Ambon bisa hidup lebih bersih dan jangan sampai buang sampah ke laut dan jaga tempat wisata kita yang ada,” kata Romantika usai penyerahan tempat sampah sebagai bagian dari CSR Program Bina Lingkungan PLN UIW MMU di gedung PKK Maluku siang tadi.

Potensi wisata ambon dan lingkungan yang begitu besar memang dinilai tak seimbang dengan perawatan lingkungan. Padahal ini menjadi salah satu modal utama.

Romantika bahkan dalam sambutannya berharap, pemberian penampung sampah ini dapat lebih mendekatkan lagi masyarakat dengan pola hidup baik, menjaga lingkungan. “Bantuan ini semoga dapat dimanfaatkan untuk membantu kebersihan lingkungan, menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat, membantu pelestarian laut,” terang Romantika.

Loading...

Hal serupa juga disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Maluku, Widya Murad Ismail. Sebagai langkah nyatanya, Widya menyalurkan langsung 65 tempat sampah itu ke beberapa pihak yang membutuhkan. Seperti ke rumah sakit di Ambon, fasilitas umum hingga tempat wisata.  Tujuannya, serupa. Hanya agar masyarakat Ambon dan Maluku semakin sadar untuk menjadikan lingkungan sebagai investasi jangka panjang dengan cara tidak membuang sampah sembarangan.

“Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar disiplin dalam membuang sampah. Kedisiplinan masih rendah. Bahkan sungai dan laut jadi tempat pembuangan sampah,” kata Widya prihatin.

Widya dalam kesempatan itu dia menyoroti fakta di lapangan bahwa masyarakat masih ada yang lalai menjaga alam. Itu dia buktikan dengan temuan sampah di sungai dan laut. Sementara potensi besar Maluku ada di laut. Hal ini dapat berimbas buruk pada perkembangan daerah, salah satunya bidang pariwisata.

Jimmy Sitanala, perwakilan komunitas penjual Rujak Natsepa, hadir pada penyerahan tempat sampah tadi. “Sampah di Ambon dan Maluku luar biasa, butuh perhatian dan kerjasama. Bersyukur kami terima dua tempat sampah akan ditempatkan satu di Natsepa satu di Sopapei,” jelasnya usai penyerahan tempat sampah.

Dia menuturkan Maluku Tengah punya persoalan sampah yang pelik. Pantai Natsepa meruakan salah satu objek wisata ikonik yang masuk wilayah administratif Kabupaten Maluku Tengah. Sayangnya, pengelolaan sampah amat minim.

Masyarakat melakukannya secara swadaya dan tradisional. Salah satu penyebab kata Jimi adalah kendala tempat pembuangan akhir. “Di kami kendala tidak ada lahan atau lokasi. Hal ini sudah sering kami sampaikan melalui musrenbang dan ke DPRD. Masyarakat kelola secara tradisional di tempat yang agak jauh dari rumah warga,” tutur Jimi.

Dia berharap penyerahan itu menjadi dukungan besar dan mendorong pemerintah setempat memperhatikan masalah sampah. Sebab akan percuma jika ada tempat sampah namun tidak memiliki TPA. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *