PMI Dan ICRC Gelar Operasi Katarak Gratis di Buru Selatan

by
Wakil Bupati Bursel didampingi Wakil Ketua PMI Maluku John Ruhulesin berbincang dengan pasien katarak saat membuka operasi katarak di RSUD Namrole, Bursel, Rabu (14/3). FOTO : TAUFIK (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-NAMROLE-Untuk mengurangi jumlah populasi penderita katarak di Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Komite internasional Palang Merah (ICRC) kembali menyelenggarakan operasi katarak gratis. Kali ini dilakukan di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku selama 5 hari. Operasi katarak dan pemberian kacamata gratis yang dipusatkan di RSUD Namrole ini diresmikan oleh Wakil Bupati Burel Ayub Seleky, yang juga Ketua PMI Bursel, pada Rabu (14/3).

Operasi katarak dan pemberian kacamata gratis ini akan berlangsung hingga 17 Maret 2018 dengan melibatkan 2 Ahli spesialis mata dari RSUD Ambon dan dari NTT. PMI dan ICRC  menargetkan 100 orang mendapatkan operasi katarak dan 200 orang menerima kacamata gratis. Kegiatan ini adalah yang ke lima  kalinya dilakukan di Maluku. Sebelumnya, PMI dan ICRC telah menggelar kegiatan serupa di Kabupaten Buru pada tahun 2015. Pada tahun 2016, di Kabupaten Buru Selatan, dan pada tahun 2017, dilaksanakan di Kota Tual dan Kabupaten  Seram Bagian Barat.

BACA JUGA : Operasi Gratis Katarak di Bursel

Plt. Kepala Divisi Kesehatan dan Sosial Markas Pusat PMI, Eka Wulan Cahyasari mengungkapkan,  operasi katarak dan pemberian kaca mata gratis di Maluku ini merupakan bagian dari kerjasama antara PMI dan Pemerintah Provinsi Maluku sejak tahun 2015 sampai 2017, yaitu tentang pelaksanaan operasi katarak dan pemberian kacamata secara gratis.

Dokter periksa warga

“Selama periode 2015-2017 di Maluku, sebanyak 3.594 penerima manfaat telah mengikuti pemeriksaan mata gratis. Sementara 444 orang mendapatkan operasi katarak dan 1.763 orang mendapatkan kacamata gratis,” kata Eka.

Ia berharap operasi katarak dan pemberian kacamata gratis ini tahun 2018 ini bisa mencapai target.  “Kami berharap operasi katarak dan pemberian kacamata gratis kali ini bisa mencapai target. Pemerintah Buru Selatan juga telah membantu PMI dengan menyebarluaskan informasi adanya kegiatan ini di masyarakat,” tambah Eka.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, Indonesia menempati peringkat pertama dengan kasus kebutaan akibat katarak di Asia Tenggara. Berdasaran data dari Kementerian Kesehatan, sekitar 2,5 juta penduduk Indonesia menderita buta katarak dengan penambahan kasus baru sekitar 240.000 orang per tahunnya.Sementara itu, jumlah populasi penderita katarak di Maluku mencapai 2,2%.

Penyakit katarak disebabkab oleh faktor yang bervariasi, mulai dari persoalan usia, gizi, gaya hidup, riwayat penyakit yang diderita, hingga ketidaktahuan akan katarak itu sendiri.  Operasi katarak dan pemberian kacamata gratis ini dilakukan untuk membantu masyarakat rentan dan membantu pemerintah untuk mengurangi jumlah populasi penderita katarak di Indonesia. (FIK)