Polda Maluku Gerak Cepat Beri Bantuan Warga Korban Kelaparan di Pedalaman Pulau Seram

by
Warga suku Mausu Ane yang tinggal di pedalaman hutan Pulau Seram Wilayah Kecamatan Seram Utara Kobi Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) mengalami bencana kelaparan sejak awal Juli 2018. FOTO : ISTIMEWA. DOK. BPBD MALUKU TENGAH

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepolisian Daerah (Polda) Maluku bergerak cepat membantu warga suku terasing Mausu Ane di pedalaman hutan Pulau Seram, petuanan Maneo Rendah Kecamatan Seram Utara Kobi Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang mengalami kelaparan sejak awal Juli 2018. Lokasi yang  terpencil dan kehidupan suku ini nomaden, berpindah-pindah menyebabkan peristiwa kelaparan yang sudah merengut tiga korban meninggal ini baru tersiar kabarnya.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat mengungkapkan, begitu berita kelaparan ini mencuat, Senin (23/7/2018), Polda Maluku langsung merespon cepat dengan  mengambil langkah-langkah kepolisian untuk memberikan bantuan. “Polda Maluku akan membantu menyalurkan bantuan yang merupakan  sumbangan para pihak berupa beras satu ton, mie instan 200 dus, gula 100 kg, dan obat-obatan termasuk memberangkatkan tenaga medis dari Polda Maluku,” kata Ohoirat dalam siaran pers yang diterima Teramaluku.com, Senin malam.

BACA JUGA : Bencana Kelaparan Landa Warga Pedalaman Seram Utara, Tiga Meninggal 

Menurutnya, lokasi warga korban kelaparan  berada di Dusun Maneo yang jarak tempuhnya 3 jam degan kendaraan dari Wahai, Seram Utara, 8 jam dari Kota Masohi, Ibukota Kabupaten Malteng,  dilanjutkan lagi berjalan kaki 8 jam ke desa terdekat.  Lokasi titik kumpul terdekat ke masyarakat  terasing paling terdekat di Kali Tohaku dengan rute Polsek Seram Utara, Rumah singgah J – Dusun Soahari – Kali Tohaku yang dapat ditempuh berkendara 3 jam dari Wahai dan 8 jam dari Masohi.

loading...

Menurutnya masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Mausu Ane yang tersebar di Dusun Maneo adalah Lehaha 15 Kepala Keluarga (KK), Lukailite 8 KK dan Tehorana 20 KK. Masyarakat suku terasing tersebut hidup secara nomaden dan hanya dapat ditemui dengan perantaraan Raja Maneo Rendah Nikolas Boiratan. Ohoirat mengatakan, jajaran Polda Maluku telah berkoordinasi  dengan Kepala Desa (Kades)/ Raja Maneo Nikolas Boiratan untuk mendiskusikan kebutuhan dan tehnis penyerahan bantuan termasuk apa yang dibutuhkan masyarakat.

Penyerahan bantuan sesuai usul Kades akan dilaksanakan di Desa Siahari pada Kamis, 26 juli 2018 sekitar pukul 12.00 WIT. “Teknis penyerahan dari Polda Maluku melalui Kapolres Maluku Tengah bersama Satuan Brimob akan berangkat hari Rabu dan bertemu Kepala Desa Maneo di Desa Wai Muse selanjutnya bersama-sama ke lokasi untuk penyerahan bantuan di Desa Siahari. Kami juga melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait guna penanggulangan secara terintegrasi,” kata Ohoirat. (ADI)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *