Polda Maluku Hentikan Pengusutan ADD di Kabupaten SBB

by
Kanit I Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Maluku, Kompol Gerald Wattimena

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Direktorat Reserse Kriminal Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku menghentikan proses penyelidikan dugaan korupsi pemotongan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) terhadap 92 desa di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang digunakan untuk kebutuhan penyelenggaraan Pesparawi tahun 2017.

Penghentian penyelidikan kasus tersebut karena tidak ditemukannya adanya bukti yang kuat terkait dengan tindak pidana. “Penyelidikan kasus dugaan pemotongan anggaran dana desa  (ADD) di Kabupaten SBB dihentikan karena kami tidak menemukan adanya tindak pidana dalam kasus tersebut,” kata Kanit I Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Maluku, Kompol Gerald Wattimena kepada wartawan di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku kawasan Mangga Dua Ambon, Jumat (27/3/2020).

Dia menjelaskan, kasus dugaan pemotongan ADD di Kabupaten SBB ini telah diselidiki sebelumnya oleh Polres SBB sejak Mei 2018. Namun karena belum ada kepastian hukum, sehingga kasus tersebut ditangani langung oleh Ditreskrimsus Polda Maluku.”Polres serahkam kasus ini ke kita untuk diselidiki itu pada Desember 2018, sehingga kita telaah seluruh berkas yang diberikan,” kata Gerald.

Loading...

Dari hasil telaah berkas yang diberikan, kata dia, pihaknya langsung melakukam interogasi kepada seluruh orang yang terkait dengan kasus dugaan pemotongan ADD tersebut.”Kita langsung periksa Bupati SBB Yasin Payapo yang juga selaku ketua panitia pelaksana, dan seluruh orang yang terkait,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Gerald, pihaknya juga memeriksa dokumen-dokumen pelaksanaan Pesparawi 2017. Namun dalam dokumen itu tidak ada pemotongan ADD yang diduga dilakukan atas perintah Bupati SBB.

Gerald juga mengatakan, pengurangan alokasi ADD terjadi secara nasional bukan hanya di 93 desa pada Kabupaten SBB. Itu terjadi karena ada pengurangan anggaran DAU atas kebijakan Kementerian Keuangan.”Anggaran Pesparawi yang dilakukan di SBB itu bukan menggunakan ADD melainkan menggunakan dana Hibah Pemerintah SBB,” katanya. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *