Polda Maluku Sampaikan Sejumlah Fakta Kasus Pembacokan Warga Hualoy

by
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat. FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kekerasan kembali terjadi di Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Warga Negeri Hualoy Kecamatan Amalatu Kabupaten SBB, Syamsul Lussy Hehanussa tewas setelah dianiaya dan dibacok warga di perbatasan Negeri Latu dan Hualoy, Sabtu (4/5/2019) sore.

Korban dievakuasi aparat TNI/Polri ke Rumah Sakit Piru, Sabtu (4/5/2019). FOTO : ISTIMEWA

 

Korban tewas dengan sejumlah luka ditubuhnya. Peristiwa mengenaskan ini terjadi saat korban bersama keluarganya hendak ke kampung halamannya di Hualoy. Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat menjelaskan krinologis kasus penganiayaan hingga korban meninggal dunia.

Ohoirat mengatakan awalnya korban bersama keluarga menumpangi speedboat dari Lastetu Negeri Kamariang menuju Hualoy. Mereka harus menggunakan speedboat ke Hualoy karena tidak bisa lewat jalur darat  menyusul ketegangan warga Hualoy dan Latu sejak Januari 2019.

Namun dalam perjalanan speedboat yang ditumpangi korban dan keluarganya macet, mengalami gangguan dan terdampar hingga perairan hutan Latu. Massa mendatangi korban dan menganiayanya hingga tewas. Penganiayaan itu disaksikan istri dan anak-anak korban.

“Pada 4 Mei 2019 pukul 15.30 WIT di Hutan Desa Latu Kecamatan  Amalatu telah terjadi penganiayaan, pembacokan yang diduga  dilakukan oleh oknum masyarakat dari Latu terhadap seorang warga Desa Hualoy, korban merupakan penumpang speedboat  dari Lastetu menuju Hualoy, yang saat itu speedboatnya  terdampar sekitar laut yang merupakan hutan Desa Latu,” kata Ohoirat dalam siaran pers yang diterima Terasmaluku.com, Sabtu (4/5/2019) malam.

loading...

Ohoirat mengatakan, informasi adanya speedboat mengalami gangguan dan terdampar di perairan hutan Latu datang dari Kapolsek Amalatu. Setelah informasi tersebut, pada pukul 15.25 WIT, empat personil Pos Satgas Yon 711/Raksatama yang ada di  Desa Tomalehu dipimpin Letda Ida Sukoco menuju hutan Latu tempat terdamparnya speedboat.“Sampai di lokasi namun disana sudah terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh massa dari Desa Latu,” kata Ohoirat.

Setelah itu lanjut juru bicara Polda Maluku ini, korban dibawa menuju RSUD Piru  menggunakan mobil truk umum oleh aparat TNI dan Polri. “Kapolres SBB kemudian  memimpin pasukan dari Polres dan Brimob ke TKP untuk mengamankan situasi. Kami minta semua pihak menahan diri, tidak terprovokasi karena anggota tengah mencari pelaku,” kata Ohoirat. (ADI)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *