Polda Maluku Siap Tertibkan Penambang di Gunung Botak

Polda Maluku Siap Tertibkan Penambang di Gunung Botak

SHARE
Pengolahan emas sistem tong

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Kepolisian Daerah (Polda) Maluku siap melakukan penertiban terhadap ribuan penambang emas yang masih melakukan aktivitas  penambangan secara  ilegal  di kawasan  Gunung Botak Kabupaten Buru,Maluku. Namun polisi meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku yang memiliki kewenangan atas tambang tersebut harus menyiapkan langkah strategis sehingga penambang  liar tidak  melakukan aktivitas lagi.

Kepala Bidang Humas  Polda Maluku Kombes  Mohamad Roem Ohoirat  menegaskan Polda Maluku dan jajarannya sudah berkali-kali melakukan penyisiran, penertiban dan penindakan para penambang ilegal di Gunung Botak. Namun langkah polisi tersebut mubajir, tidak ada artinya karena tidak disertai konsep yang jelas dari Pemprov Maluku dan pemerintah pusat untuk menata Gunung Botak. Sehingga aktivitas penambangan dengan menggunakan bahan kimia, merkuri dan siandia  terus terjadi lagi.

“Kami  Polda Maluku selalu siap kapan saja melakukan penertiban. Namun kami juga minta harus ada konsep yang jelas dari Pemerintah Provinsi Maluku sehingga setelah ditertibkan, penambang tidak datang lagi. Karena kami sudah berkali-kali lakukan penertiban dan penindakan tapi karena tidak konsep yang jelas dari pemerintah setelah penertiban, maka penambang kembali beraktivitas lagi” kata Ohoirat saat dihubungi Kamis (15/4).

BACA JUGA : Tiga Sapi Mati Setelah Minum Limbah Bahan Kimia Pengolahan Emas Ilegal Gunung Botak

Ohoirat mengungkapkan, aparat kepolisian tidak mungkin terus menerus  menjaga lokasi tambang untuk mencegah penambang ilegal beraktivitas lagi. Pengerahan pasukan membutuhkan anggaran yang tidak kecil. Apalagi jumlah personil kepolisian yang terbatas.

Lokasi pengolahan emas

Penambangan liar digunung botak kembali menyentak ke permukaan setelah sejumlah hewan ternak milik warga ditemukan mati, diduga terkontaminasi merkuri dan sianida akibat aktivitas penambangan liar Gunung Botak.

Ohoirat mengatakan, sebagai lokasi tambang emas,  Gunung Botak bagaikan gula dan penambang bagaikan semut. Selama ini menurutnya polisi hanya memisahkan semut dari gula, namun setelah itu  Pemprov Maluku tidak tau mau berbuat apa  terhadap gula tersebut.

“Nama juga tambang emas bagaikan gula, ya pasti semut akan datang terus. Karena itu seharusnya setelah gula dibersihkan dari semut harus disertai  konsep yang jelas untuk mengelola dan menata sehingga tidak ada  semutlagi, penambang yang kembali,” kata Ohoirat.

BACA JUGA : Kapolres Buru dan Dandim Dihadang Ratusan Penambang Ilegal Gunung Botak

Terkait maraknya aktivitas penambangan emas ilegal menggunakan bahan kimia, merkuri dan sianida di kawsan Gunung Botak dan sekitarnya, Ohoirat menjelaskan masalah tersebut terus diusut  Polda Maluku karena penggunaan  merkuri dan sianida mendapat perhatian serius pimpinan Polri dan Presiden Joko Widodo. Menurut Ohoirat Polda Maluku tegas terhadap pengedar, pemilik dan pengguna merkuri dan sianida dalam pengolahan emas ilegal di Kawasan  Gunung Botak dan sekitarnya.

“Kami terus mengusut peredaran dan penggunaan bahan kimia berbahaya dalam aktivitas penambangan karena itu menjadi perhatian serius bapak Presiden. Selain di Gunung Botak, aparat Polda Maluku juga sudah mengungkap sejumlah kasus peredaran batu sinabar dari lokasi tambang tembaga ilegal di wilayah  Seram Bagian Barat,” kata Ohoirat.

Seperti diketahui di Gunung Botak saat ini terdapat sejumlah perusahan yang melakukan penataan wilayah Gunung Botak. Selain sudah memiliki izin dari Pemprov Maluku, sebagian perusahan lainnya belum memiliki izin. Namun di lain sisi ada ribuan penambang juga melakukan aktivitas  penambangan secara ilegal. Aktivitas penambangan ilegal ini menggangu aktivitas perusahan yang mendapat izin dari pemerintah.

Selain di Gunung Botak terdapat pulau aktivitas penambangan dengan sistem rendaman dan tong yang menggunakan bahan kimia, merkuri dan sianda. Material tanah bercampur emas diambil dari Gunung Botak kemudian dibawa ke sejumlah lokasi untuk diolah dengan sistem rendaman dan tong. Pengolahan sistem ini yang menyebabkan kerusakan lingkungan karena limbahnya dibuang begitu saja.(ADI)

loading...