Polda Maluku Tangkap Sejumlah Orang Terkait Surat Rapid Test dan GeNose Palsu

by
Polda Maluku menggelar keterangan pers terkait penangkapan pembuatan surat keterangan rapid test dan GeNose covid-19 palsu, Jumat (28/5/2021). FOTO : HUMAS POLDA MALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Aparat Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menangkap sejumlah orang di Kota Ambon yang diduga terkait pembuatan surat keterangan rapid test dan Gadjah Mada Electronic Nose (GeNose) Covid-19 palsu.

BACA JUGA : Enam Orang Jadi Tersangka Kasus Surat Rapid Test dan GeNose Palsu di Ambon

BACA JUGA : Enam Orang Ditangkap Polda Maluku, 1 ASN dan Pegawai Angkasapura Terkait Surat Rapid Test Palsu

Sejumlah warga itu ditangkap di sebuah travel Gedung ATC kawasan AY Patty Kota Ambon pada Kamis (27/5/2021). Lokasi penangkapan sudah dipasang garis polisi.

Hingga Jumat (28/5/2021) sore, warga yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Maluku.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Polisi Muhammad Roem Ohoirat membenarkan hal ini. Namun Roem menolak menjelaskan secara rici.

Namun yang pasti katanya lebih dari satu orang yang ditangkap. Polda Maluku akan menggelar keterangan pers terkait pengungkapan kasus ini.

“Sebentar dulu, ini mau keterangan pers terkait hal tersebut,” kata Roem saat dikonfirmasi Terasmaluku.com. 

Surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test dan GeNose palsu ini dijual kepada warga sebagai syarat melakukan perjalanan di saat pandemi covid-19.

Di masa pandemi covid-19 ini, salah satu syarat melakukan perjalanan antar daerah atau antar kota harus memiliki surat keterangan hasıl rapid test dan GeNose yang menunjukan non reaktif.

Jika hasil pemeriksaan reaktif, maka warga tidak bisa melakukan perjalanan ke daerah lainnya.

Kondisi ini rentan terhadap pembuatan surat keterangan palsu. Di Jakarta dan sejumlah daerah, Polisi berhasil mengungkap praktek ini.

Liputan : Alfian Sanusi

Editor : Hamdi