Polda Maluku Tetapkan AT, Pemilik Akun Bravo Tersangka UU ITE

by
Tersangka AT menjalani pemeriksaan di Subdit II Cyber Crime Dir Reskrimsus Polda Maluku, Rabu (23/11).

AMBON-Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Maluku menetapkan lelaki berinisial AT, pemilik akun facebook Bravo Marques, tersangka atas statusnya bernada provokasi dan penghinaan. Penyidik menjerat pria berusia 19 tahun itu dengan Undang –Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yakni, Pasal 45 Junto 28 Ayat 2. Sebelum menetapkan AT, tim penyidik Dit Reskrimsus Polda Maluku melakukan gelar perkara, menetapkan konstruksi hukum kasus ini. “Kita sudah tetapkan AT (pemilik akun Bravo) sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” kata Direktur Direktorat Reskrimsus Polda Maluku Kombes Budi Wibowo kepada wartawan di ruang kerjanya Rabu (23/11).
Hingga kini tersangka masih menjalani pemeriksaan di Subdit II Cyber Crime Dir Reskrimsus Polda Maluku di kawasan Mangga Dua Ambon. Namun menurut Wibowo, karena tersangka dijerat dengan Undang –Undang ITE, maka hukum acaranya berbeda dengan Undang –Undang lainnya, penyidik harus menunggu penetapan Pengadilan Negeri Ambon terlebih dahulu untuk penanganan perkara selanjutnya. Ia menyatakan, penetapan pengadilan berlangsung cepat, sehingga kasus ini dituntaskan polisi. “Kita terus bergerak cepat untuk menuntaskan kasus ini, sudah ada tiga orang saksi diperiksa. Sedangkan tersangka masih kita periksa,” katanya.
Menurut Wibowo berdasarkan pemeriksa, tersangka AT mengakui membuat sendiri status tersebut dan mengunggahnya di akun facebook miliknya dengan nama Bravo Marques. “Motif tersangka menggungah status tersebut terus kita dalami,” katanya.
Wibowo juga menyatakan pihaknya sudah memiliki bukti-bukti terkait perbuatan AT, termasuk status yang diunggah di facebooknya. Akun facebook AT dengan nama Bravo Marques sejak Selasa kemarim sudah diblokir penyidik Dit Reskrimsus Polda Maluku. “Akun facebooknya kita sudah blokir selain untuk kepentingan penyidikan, agar status tersebut tidak berkembang luas,” katanya. AT ditangkap aparat Polres Pulau Ambon dan Pulau –Pulau Lease pada Selasa (22/11) di kawasan Galala karena mengunggah status di akun media sosialnya bernada provokasi dan penghinaan. Setelah ditangkap, AT kemudian diserahkan ke penyidik Dit Reskrimsus Polda Maluku, untuk proses hukum selanjutnya. (ADI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *