Polisi Kejar Pengunjuk Rasa, Siswa SD di Ambon Menangis

Polisi Kejar Pengunjuk Rasa, Siswa SD di Ambon Menangis

SHARE
Siswa SD yang menghadiri pameran sejarah menangis saat melihat sejumlah polisi berlarian mengejar pengunjuk rasa. FOTO: Fandy Wattimena for TERASMALUKU.COM

TERASMALUKU.COM,AMBON-Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) menangis di lokasi Pameran Sejarah dan Budaya di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (7/11/2018). Mereka ketakutan lantaran melihat sejumlah polisi berlari mengejar pengunjuk rasa yang kabur. Tak hanya itu mereka juga sempat menembak gas air mata tepat di dekat area pameran untuk menghalau pengunjuk rasa yang lari.

Para siswa SD itu menangis sesenggukan dengan raut wajah tegang dan takut. Mereka yang tadinya asyik melihat pameran sejarah itu tiba-tiba terusik dengan aksi kejar kejaran polisi dan pengunjuk rasa yang melintas di tribun. Siswa-siswa itu pun berkumpul dan saling merangkul. Para guru yang mendampingi berusaha menenangkan murid yang menangis.

“Kami tidak tahu ada apa. Anak-anak takut liat ramai ramai dan ada polisi yang berlarian,” jelas Subyani Salong kepala Sekolah SD 89 Galunggung Ambon. Menurutnya saat kejadian anak anak bingung dan ketakutan.

Bahkan dirinya sempat merasa perih di mata dan hidung akibat gas air mata yang ditembak ke arah lokasi pameran. Dari pengamatan wartawan, beberapa polisi menembak gas air mata dari ara tribun dekat Kantor Gubernur Maluku ke tribun dekat Gong Perdamaian. Beruntung angin bertiup ke arah sebaliknya. Gas air mata pun terbawa jauh dari anak-anak. “Katong rasa perih sedikit di mata. Tapi seng lama,” lanjut Subyani.

Para siswa itu sedang melihat pameran sejarah serta benda-benda peninggalan penjajahan Jepang koleksi Museum Siwalima Ambon. Area tribun itu dijadikan tempat pamer sejarah dan budaya selama empat hari. Dari 6 – 9 November 2018. Lokasi itu jadi tempat yang ramai dikunjungi para siswa juga warga kota saat siang. (PRISKA BIRAHY)

loading...