Polisi Militer Mulai Gelar Operasi Yustisi Anggota TNI di Ambon

by
Polisi Militer TNI AD, AL dan AU memeriksa prajurit TNI dalam operasi Gaktib dan Yustisi di Kota Ambon, Kamis (26/1).

AMBON- Untuk meningkatkan disiplin serta kepatuhan hukum prajurit TNI, Polisi Militer TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara  mulai Kamis (26/1) menggelar operasi Gaktib dan Yustisi bagi anggota TNI di wilayah Maluku.  Sebelum digelar operasi, aparat Polisi Militer dari ketiga angkatan  mengikuti  apel pasukan di Makodam 16 Pattimura yang dipimpin  Kepala Staf Kodam (Kasdam) Brigjen TNI  Bambang Taufik. Bambang memeriksa pasukan yang akan menggelar operasi ini. Operasi gaktib dan yustisi ini  dilakukan secara nasional.

Dalam apel pasukan ini, Kasdam membacakan amanat  Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Dalam amanatnya, Panglima TNI menyatakan,   upaya penegakan hukum dan disiplin prajurit menempati posisi yang sangat penting sebagai keteguhan sikap serta prilaku prajurit TNI, yang dilandasi dengan tekad untuk patuh kepada hukum dan disiplin prajurit, dan meniadakan segala bentuk pelanggaran prajurit.

Loading…

“Hal ini dapat terwujud melalui penyelenggaraan  operasi  Gaktib dan Yustisi secara tegas serta berwibawa, sesuai dengan tema, melalui operasi Gaktib dan Yustisi tahun 2017, Polisi Milter TNI bertekad meningkatkan disiplin prajurit, loyalitas, moralitas dan kepatuhan hukum guna mewujudkan TNI yang kuat, hebat, profesional dan dicintai rakyat,” kata Panglima TNI dalam amanat tersebut.

Panglima TNI  juga menyatakan, sasaran operasi gaktib dan yustisi adalah meningkatkan disiplin dan  kepatuhan  hukum anggota TNI termasuk PNS TNI yang bebas dari penyakit masyarakat, seperti judi, miras, narkoba dan penyalagunaan barang – barang terlarang lainnya, peredaran uang palsu, pungutan liar, penyimpangan idiologi serta pelanggaran hukum lainnya.

Dalam apel pasukan ini juga, tiga prajurit TNI mewakili angkatan darat, udara dan angkatan laut membacakan ikrar  sumpah  prajurit TNI, yakni  tetap disiplin, taat aturan serta menghindari  narkoba. Usai apel pasukan, aparat POM dari ketiga angkatan langsung menggelar razia aparat TNI di sejumlah ruas jalan utama di Kota Ambon. Polisi militer memeriksa setiap anggota TNI mulai dari surat  kelengkapan kendaraan bermotor hingga kartu anggota TNI.

Komandan Detasemen  Polisi Militer (Denpom) 16 Pattimura Kolonel Cpm. Eka Wijawa Permana,   mengatakan operasi ini  dilakukan untuk meminimalisir pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI termasuk PNS TNI.

“Program ini akan kita lakukan sepanjang tahun ini,   dimulai dari  Januari hingga akhir Desember 2017,” katanya. Ia juga mengatakan, sasaran lainnya dalam operasi ini adalah  pelanggaran lalu lintas yang ada dilakukan prajurit TNI. Selain  operasi, petugas juga akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan hukum kepada prajurit TNI.

“Pelanggaran lalu lintas untuk TNI sangat tinggi. Olehnya itu kita juga akan sosialisasi tentang aturan-aturan hukum kepada para prajurit TNI. Sosialisasi akan kita sampaikan langsung ke satuan-satuan saat melakukan kunjungan. Langkah-langkah ini yang akan kita kejar sehingga tingkat pelanggaran di TNI akan semakin berkurang,”kata Permana. (IAN)