Polisi Tetapkan Dua Mucikari Tersangka Prostitusi Online Di Ambon

by
Dua orang mucikari berinisial K dan F tersangka kasus prostitusi online menjalani pemeriksaan di Mapolres Pulau Ambon, Rabu (20/2/2019). FOTO : ALFIAN SANUSI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepolisian Resort (Polres) Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease memeriksa dua orang mucikari atau germo prostitusi online yang digrebek di Penginapan Nyaman Jalan Sedap Malam  Ambon. Setelah menjalani pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan dua orang mucikari berinisial K dan F sebagai tersangka kasus prostitusi online.

“Dua tersangka berinsial K dan F telah ditetapkan sebagai tersangka prostitusi online dan sudah ditahan di Rutan Polres Ambon. Sementara tersangka berinisial T masih dalam pengejaran,” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon Ipda Julkisno Kaisupy  kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (20/2/2019).

Sebelumnya pada Selasa (19/2/2019) aparat Sabhara Polres Pulau Ambon mengrebek Penginapan Nyaman dan menemukan 18 orang anak baru gede (ABG) yang melakukan praktek prostitusi. Para ABG ini memiliki kelompok dengan sistem pesan lewat aplikasi Online MiChat. Tarif yang ditawarkan  antara Rp 400.000 – Rp.1.000.000 per orang. “Keterangan dari para saksi bahwa mereka (para ABG) ini, merupakan kelompok yang memang disiapkan mucikari  untuk melayani pelanggan bisnis prostitusi online,” kata Julkisno.

Julkisno mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, ke 18 orang tersebut dikendalikan oleh mucikari yang sudah jadi tersangka. Menurutnya, mucikari mendapat keuntungan dari setiap pelanggan minimal Rp 50.000 sampai Rp 300.000 dari hasil prostitusi online tersebut.

“Tersangka (mucikari) dijerat Pasal 81 dan Pasal 88 tentang UU Perlindungan Anak, yakni memaksa anak dibawah umur untuk bersetubuh dan juga ekspetasi anak,” kata Julkisno. (NAIR FUAD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *