Peluang Rebut Suara Golput, Relawan SATUHATI Gerak Cepat Galang KTP

by

AMBON- Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ambon masih delapan bulan lagi digelar, Februari 2017. Namun ajang pemilihan kepala daerah lima tahunan itu sudah menjadi isu hangat di berbagai tempat saat ini. Beragam atribut seperti spanduk, baliho hingga stiker ramai memenuhi setiap sudut Kota Ambon.

Fenomena menarik terjadi jelang Pilkada Kota Ambon semenjak pasangan bakal calon Elsina Elisabeth Latuheru Syauta (Elsye) dan Muhammad Azis Tunny (Agil) mendeklarasikan diri maju dari jalur independen pada tanggal 20 Mei lalu di kawasan monumen pahlawan J. Leimena di Poka, Ambon.

Relawan SATUHATI yang bekerja untuk memenangkan pasangan Elsye-Agil ternyata berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari akademisi, seniman, pegiat alam bebas, musisi, pelaku ekonomi kreatif, wartawan, aktivis lingkungan, aktivis sosial, aktivis perempuan, mahasiswa, tukang ojek, hingga ibu rumah tangga.

Koordinator Relawan SATUHATI, Mark Ufie, mengatakan, bergabungnya masyarakat dari berbagai latar belakang di dalam Relawan SATUHATI karena adanya panggilan jiwa. Para relawan ini sudah bergerak melakukan sosialisasi dan penggalangan dukungan KTP di masyarakat.

“Bahkan beberapa relawan sebelumnya adalah kelompok golput yang tidak pernah gunakan hak pilih pada pemilu-pemilu sebelumnya karena krisis kepercayaan pada pemerintah, partai politik dan figur-figur elit yang ada. Namun ketika usi Elsye dan abang Agil maju, mereka merasa kedua figur ini dapat dipercaya dan bisa mewakili aspirasi mereka,” kata Mark dalam keterangan pers¬† yang diterima Terasmaluku.com, Kamis (2/6).

Mantan Duta Pertukaran Pemuda di Canada tahun 2013 ini mengatakan, tipikal pemilih Ambon sebagian besar adalah pemilih rasional. Karena itu pihaknya akan terus membangun kesadaran politik agar masyarakat dapat memilih karena kesadaran politik dan keinginan untuk perubahan, bukan karena pragmatisme.

“Kami juga akan bekerja agar tingkat partisipasi pemilih pada saat pemilihan nanti meningkat, dan suara-suara masyarakat yang tadinya golput bisa memilih SATUHATI. Saya sangat yakin kami mampu merebut suara golput, termasuk suara pemilih pemula dan pemilih muda karena usi Elsye dan abang Agil adalah representasi anak muda yang maju dalam Pilkada kali ini,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Pilkada Kota Ambon tahun 2011 lalu, tingkat partisipasi pemilih tidak signifikan karena hanya mencapai 74 persen. Sekitar 26 persen memilih golput dan tidak menggunakan hak suaranya. Menurut Mark, keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang di Relawan SATUHATI  menunjukkan adanya keberagaman dukungan karena sama-sama memiliki kerinduan pada pemimpin yang bisa mewakili aspirasi mereka.

“Banyak masyarakat yang berharap agar melalui momentum pergantian kepala daerah ini, lahir pemimpin yang benar-benar amanah, merakyat, jujur, bertanggungjawab dan dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat dan Kota Ambon kedepan,” katanya.

Dirinya menambahkan, Kota Ambon saat ini membutuhkan pemimpin yang visioner, inovatif dan progresif. Pemimpin Kota Ambon kedepan harus mampu bekerja dengan luar biasa, tanpa banyak acara-acara seremonial dan pencitraan di baliho-spanduk.

Secara terpisah, Bakal Calon Wakil Walikota Ambon, M. Azis Tunny mengatakan, partisipasinya dalam Pilkada kali ini karena dorongan dan permintaan banyak pihak. “Saya maju untuk menjawab harapan banyak orang,” tegasnya. Dirinya sudah berkomitmen untuk menggunakan jalur independen untuk menghadapi hegemoni elit dan partai politik yang selama ini telah mendominasi seluruh sistem pemerintahan.

“Konstitusi kita menjamin pemimpin dari jalur independen. Saya maju lewat jalur independen sebagai upaya menyeimbangkan situasi politik yang berkembang di tingkat lokal maupun nasional. Kalau independen bisa menang, saya kira itu juga baik untuk partai politik agar mereka bisa berbenah menjadi lebih baik,” ujarnya. ADI