Polres Malra Kirim SPDP Kasus Narkoba Satpam Bank Maluku Cabang Tual

Polres Malra Kirim SPDP Kasus Narkoba Satpam Bank Maluku Cabang Tual

SHARE
IPTU Maslan Mullan

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Polres Maluku Tenggara (Malra) mengirim surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan (SPDP) kasus narkoba Satpam Bank Maluku Cabang Tual bernisial AL ke Kejaksaan Negeri Tual. Kasat Narkoba Polres Malra IPTU Maslan Mullan mengungkapkan, pihaknya pada Rabu (2/5) mengirimkan SPDP kasus narkoba kejaksaan dengan tersangka AL.

Menurutnya, berdasarkan aturan, penyidik mempunyai waktu pemeriksaan kurang lebih tujuh hari untuk memastikan penyelidikan kasus narkoba apakah bisa dilanjutkan ataukah tidak.”SPDP dapat dikirim setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, selanjutnya jika semua unsur terpenuhi barulah SPDP dikirim. Untuk kasus ini, kita rencanakan hari ini (Rabu) SPDP dikirim ke jaksa,”ungkap Muslan saat dikonfirmasi Teramaluku.com, Rabu (2/5). Saat AL ditahan di Rutan Polres Malra.

Untuk diketahui AL ditangkap Satuan Narkoba Polres Malra atas kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu. Lelaki 48 tahun ini disergap di kediamannya, Kompleks Tanah Putih Kecamatan Dullah Selatan  Kota Tual pada Rabu 25 April 2018. Polisi berhasil mengamankan kurang lebih 0,47 gram sabu, yang disimpan di dalam dompet tersangka. Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 112 Ayat 1 Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang memiliki, menyimpan, menguasai dan menyediakan Narkotika dengan ancaman hukuman 4-12 tahun dan denda beberapa ratus juta.

Sementara itu Kepala Bank Maluku Cabang Tual, J. Mailoa menyayangkan oknum Satpam Bank Maluku Cabang Tual yang ditangkap terkait kasus narkoba. Menurut Mailoa saat ini pihaknya belum bisa mengambil tindakan kepada AL.  Bank Maluku Cabang Tual masih menunggu proses penyelidikan terhadap AL di Polres Malra hingga proses persidangan nanti.

Mailoa mengungkapkan, jika terbukti bersalah, maka pihaknya selaku pimpinan akan meyurati Direksi Bank Maluku. Sanksi akan diberlakukan bagi AL setelah proses hukum berkekuatan hukum tetap.“Kami menunggu minimal keterangan dari pihak kepolisian terkait kasus ini, karena atas dasar surat itu selanjutnya kami akan menyurati Direksi. Dan jika sudah berkekuatan hukum tetap, maka tentu akan ada sanksi,” kata Mailoa. Mailoa mengaku prihatin, kaget serta kecewa atas tindakan AL, yang seharusnya menjaga citra baik Bank Maluku. (AS)