Polres Malteng Ringkus Dua Pemilik Narkotika Jenis Sintetis, Begini Kronologisnya

by
Seorang tersangka kasus narkotika jenis tembakau sintetis atau gorila yang ditangkap aparat Satnarkoba Polres Malteng pada pertengahan Mei 2021. FOTO : HUMAS POLRES MALTENG

TERASMALUKU.COM,-MASOHI-Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Maluku Tengah (Malteng) menangkap dua orang pengedar narkotika jenis tembakau sintetis atau gorila, di kawasan kelurahan Ampera Kota Masohi, pertengahan Mei 2021.

Kapolres Malteng, AKBP Rositah Umasugi di Masohi, Kamis (3/6/2021) mengungkapkan kedua pelaku berinisial ES alias Fendi (25), dan TI alias Gombi (24) diamankan di dua lokasi berbeda pada wilayah Kota Masohi.

“Pengungkapan kasus narkotika jenis tembakau Gorila ini, berawal dari adanya informasi dari masyarakat, kemudian personil melakukan penyelidikan, hasilnya kita amankan kedua pelaku tersebut,”kata Kapolres.

Menurut Kapolres, informasi yang diperoeleh dari masyarakat itu jika ada benda yang mencurigakan dikirim melalui jasa pengiriman JNE.

“Penangkapan itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIT, saat itu personil kami melakukan pemantauan disekitar kantor JNE yang terletak di kawasan Ampera Kota Masohi. Setelah melakukan pemantauan pelaku ES alias Fendi ini datang dan langsung masuk untuk mengambil barang yang dicurigai itu. Setelah kita kita langsung amankan yang bersangkat,”jelas Umasugi.

Mantan Kasat Lantas Polres Malteng ini mengatakan, saat di amankan pelaku ES alias Fendi tak bisa berkutik. Ia mengaku jika benda yang diambil dari jasa pengiriman itu merupakan narkotika.

“Pelaku ES alias Fendi ini kemudian mengaku jika narkotika yang ia ambil dari JNE ini dipesan oleh TI alias Gombi melalui akun media sosial instagram yang kini sementara kita dalami,”kata Kapolres.

Kapolres menjelaskan, setelah pengakuan dari ES alias Fendi, pihaknya langsung mengamankan Gombi ditempat yang berbeda.

“Kita mengamankan satu paket tembakau sintetis yang mengandung narkotika golongan I, dikemas dalam plastik clip bening ukuran besar dengan berat 5,24 Gram. Satu buah handphone merk VIVO Y91, satu buah Handphone merk VIVO Y12, dan satu buah kaos oblong warna merah,”beber Kapolres.

Kapolres menegaskan kedua pelaku itu kini berstatus tersangka dan ditahan di rutan Mapolres Malteng.

“Kita jerat dengan Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,”tandas Kapolres. (ALFIAN)