Polres Malteng Ungkap Penggunaan Merkuri Untuk Dulang Emas, Pelaku Diringkus

by
Pelaku berinisial H yang diamankan aparat Polres Malteng. FOTO Istimewa

TERASMALUKU.COM-AMBON– Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maluku Tengah, yang dipimpin Ipda Rivaldi Said berhasil mengungkap penggunaan merkuri di lokasi pendulangan emas, di Dusun Supulesi, Desa Tehoru, Kecamatan Tehoru Malteng.

Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi mengungkapkan, pengungkapan perkara tindak pidana pertambangan dan minerba itu berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas pendulangan emas dengan menggunakan zat kimia berbahaya.

“Setelah kita mendapatkan informasi dari masyarakat (informan) jika di Dusun Supelesi, dilakukan kegiatan penyulingan material yang diduga mengandung emas menggunakan mesin tromol yang dicampur dengan mercuri. Kemudian pukul 02.30 WIT, kemarin tim yang dipimpin KBO Reskrim bergerak ke lokasi dan hasilnya menemukan tromol tersebut, “kata Kapolres dalam siaran persnya Minggu (9/5/2021).

Menurut Kapolres, sebelum tiba di lokasi penyulingan, tim lebih awal berkoordinasi dengan kepala Dusun Suplesi maupun dengan Ketua RT setempat.

” Tim langsung bergerak menuju kediaman keluarga terduga pelaku, dan berhasil ditemukan barang bukti berupa alat pengolahan material emas (tromol) yang berada di belakang rumah pelaku, dan
N bahan kimia, “jelas Umasugi.

Kapolres menjelaskan, selain mengamankan barang bukti tromol dan sejumlah botol berisikan bahan kimia, tim juga mengamankan H alias La Ane (40), yang diduga sebagai pemilik dari tromol maupun bahan-bahan kimia berbahaya itu.

“Selain pelaku H alias La Ane, tim juga mengamankan mercuri dengan berat kurang lebih 6 kg, yang disimpan dalam botol aqua 600 ml, material hasil olahan dengan volume 0,212, 4 buah tromol, 3 buah vambel tromol. Kemudian 1 unit mesin merk yanmar, dan 1 unit gearbox, serta 10 karung material yang belum diolah dengan berat keseluruhan kurang lebih 208 kg, “beber Kapolres.

Kapolres bilang pelaku mendapatkan bahan-bahan kimia itu dari Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Merkuri sebanyak kurang lebih 6 kg yang pelaku beli langsung di Negeri Iha, Kecamatan Huamual SBB, dengan harga beli Rp. 400.000, per Kg, selain itu pelaku juga menyerahkan hasil olahan emas yg belum sempurna (Un Voloide) dengan berat kurang lebih 212 gram,”jelas Kapolres.

Kapolres menegaskan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku bersama barang bukti dibawa ke Mapolres Malteng, untuk pemeriksaan.

“H alias La Ane, sudah kita jadikan sebagai tersangka, dan resmi ditahan di rutan Mapolres Malteng. Tersangka kita jerat dengan pasal 161 Undang-undang RI nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU RI nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, dengan ancaman hukuman 5 Tahun, “kata Kapolres.

Editor Hamdi