Polresta Ambon Jelaskan Tawuran Antar Warga di Kudamati, Berawal Dari Masalah Ini

by
Aparat Kepolisian membubarkan tawuran antar pemuda di kawasan Kudamati Kota Ambon, Selasa (1/6/2021) malam. FOTO : HUMAS POLRESTA AMBON

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tawuran antar pemuda terjadi di kawasan Jalan dr Kayadoe Kelurahan Kudamati Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Selasa (1/6/2021) malam.

Tawuran melibatkan kelompok pemuda Farmasi Atas dan kelompok pemuda Lorong Dua Hagel, Kudamati.

Video tawuran antar pemuda itu viral di media sosial dan pesan WhatsApp. Dalam video itu, pemuda terlibat saling lempar batu dan kejar-kejaran. Bahkan mereka terlibat kontak fisik.

Tawuran berhenti setelah puluhan aparat Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dan Samapta Polda Maluku tiba di lokasi. Polisi membubarkan para pemuda itu dengan tembakan gas air mata.

Kasubbag Humas Polresta Ambon IPDA Izak Leatemia dalam siaran persnya, Selasa (1/6/2021) malam menjelaskan kronologis tawuran antar pemuda di Kudamati.

Izak mengungkapkan berdasarkan keterangan saksi korban Richard Korlowey,  yang tinggal di Tugu Dolan Kudamati, awalnya sekitar pukul 18.40 WIT, saksi korban hendak mengantar penumpang ke arah Kudamati Farmasi Atas.

Tiba di tempat tujuan saksi kembali,  namun sampai di depan Gereja Christy Natalia, saksi korban dihadang dan dipukuli oleh seorang pemuda Farmasi Atas. Saat itu sekelompok pemuda Farmasi Atas tengah berkumpul di depan Gereja.

Izak mengatakan setelah dipukul, saksi korban langsung mumutar balik kendaraannya dan langsung tancap gas sepeda motornya kembali ke Kudamati Tugu Dolan.

Tidak puas dengan kejadian tersebut, saksi korban bersama sejumlah rekannya kembali dengan berjalan kaki menuju ke depan Lorong Farmasi Atas untuk menanyakan kenapa korban dipukuli.

“Namun saat itu juga sekelompok pemuda dari arah dalam Lorong Farmasi Atas keluar dan langsung melakukan aksi pelemparan batu dan botol ke arah depan SD Negeri 21 dan 38 yang mana telah berkumpul juga sekelompok pemuda Lorong Dua Hagel,” kata Izak.

Izak menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Divano Soselisa, beralamat Tugu Dolan, awalnya saksi sementara antar penumpang ke arah Farmasi Atas.

Sampai di depan Kios Ema, saksi melihat seorang pemuda Tugu Dolan bernama Richard Korlowey, dihadang oleh sekelompok pemuda Farmasi Atas dan langsung melakukan pemukulan ke Richard.

“Namun saksi Divanto mengaku tidak menggenal orang yang memukuli Richard. Saksi juga sempat disenggol seorang pemuda Farmasi Atas saat melintas kawasan tempat berkumpulnya pemuda Farmasi Atas,” ungkap Izak.

Izak mengatakan akibat tawuran pemuda ini, sejumlah pemuda juga terluka akibat pukulan dan terkena lemparan batu.

Untuk mencegah peristiwa berulang, aparat kepolisian disiagakan di lokasi kejadian perkara.

“Kami mengarahkan korban untuk membuat laporan polisi. Kami juga mengumpulkan para tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat  untuk mengantisipasi kejadian terulang lagi,” kata Izak.

Editor : Hamdi