Polresta Ambon Ungkap Prostitusi Anak Online, Pakai Aplikasi Michat

by
Aparat Satreskrim Polresta Ambon menggiring AW (kiri) dan WIL (kepala plontos), tersangka prostitusi online ke ruangan pemeriksaan, Selasa (1/9/2020). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pulau Ambon membongkar praktek prostitusi anak secara online menggunakan aplikasi Michat di Kota Ambon.

Aparat Satreskrim meringkus dua orang mucikari prostitusi online dengan aplikasi Michat pada Kamis (27/8/2020). Keduanya adalah AW 21 tahun, perempuan dan WIL, 20 tahun laki-laki.

Dua warga Kota Ambon ini ditangkap di lokasi berbeda. AW ditangkap di Kota Ambon, dan WIL di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Korbannya adalah seorang anak gadis usianya 16 tahun berinisial FH.

Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP Mido Manik kepada wartawan Selasa (1/9/2020) mengungkapkan, modus operandi kasus dugaan human trafficking atau perdagangan anak dibawah umur ini untuk mencari keuntungan.

Menurut Mido, pelaku AW dan WIL mencari pelanggan pria untuk berhubungan badan melalui aplikasi Michat. Harga yang dipatok sekali kencan sebesar Rp 200.000 sampai dengan Rp 300.000. “Dari tarif (bayaran) itu kedua tersangka menerima uang (keuntungan) sekitar Rp 50.000 sampai Rp 150.000,” kata Mido.

Loading...

Kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang dan perlindungan anak ini berawal saat tersangka berkenalan dengan korban. Setelah itu korban diajak tinggal bersama selama sekitar dua minggu sejak pertengahan Juli 2020.

“Selanjutnya tersangka mencarikan pelanggan untuk korban melalui aplikasi Michat, kemudian pelanggan melakukan persetubuhan dengan korban,” ungkap Mido.

Menurut Mido, kasus tersebut berawal dari laporan polisi oleh keluarga korban ke Polresta Ambon, tanggal 27 Agustus 2020. Polisi kemudian mengusut, dan akhirnya dua pelaku tertangkap. AW ditangkap di Kota Ambon, dan WIL di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.

Mido menjelaskan, kedua tersangka sudah ditahan di Rutan Polresta Pulau Ambon. Keduanya dijerat Pasal 2 ayat (1) UU RI No.21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 88 Jo. Pasal 76i UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Barang bukti yang sudah diamankan adalah tiga buah baju perempuan dan satu buah HP. Kedua tersangka ditahan di Mapolresta Ambon,” kata Mido. (RUZADY ADJIS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *