Pos Polisi di Bandara Pattimura Dirusak Anggota TNI AU, Ini Penjelasan Danlanud

by
Danlanud Pattimura Kolonel Pnb. Antariksa Anondo memberikan keterangan kepada pers terkait pengrusakan pos polisi di Bandara Pattimura Ambon, Kamis (22/2). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Pintu ruangan  Pengawasan Orang Asing (POA) di dalam Bandara Internasional Pattimura Ambon yang digunakan aparat kepolisian dirusak sejumlah anggota TNI AU dari Pangkalan Udara (Lanud) Pattimura, Kamis (22/2). Ruangan POA Bandara Pattimura selama ini digunakan aparat Polsek Kawasan Bandara Pattimura dan aparat Direktorat  Intelkam Polda Maluku untuk pengamanan,pengawasan dan pendataan orang asing.

Informasi yang diperoleh Terasmaluku.com dari Polres Pulau Ambon menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIT. Sejumlah anggota TNI-AU mendatangi Bandara Pattimura, dan langsung ke ruangan POA yang selama ini ditempati anggota polisi. Saat anggota TNI AU datang, tidak ada anggota polisi di ruangan tersebut karena sementara beraktivitas di ruang keberangkatan.

Sekitar pukul 11.20 WIT, datang beberapa anggota polisi di depan ruangan POA karena mendapat informasi adanya pengrusakan pintu ruangan mereka. Anggota polisi itu yakni, Aiptu Rudy Sarak, Bripka Muhammad Febryanto dan Bripka Yunan Tapangan, yang merupakan anggota Polsek Kawasan Bandara. Mereka langsung menghampiri anggota POM TNI-AU yang mendobrak pintu ruangan POA itu, namun anggota polisi tak lama berada di ruangan itu, mereka segera meninggalkan ruangan tersebut.

Tak lama kemudian terjadi  lagi aksi pengrusakan yang kedua kalinya dengan cara mendobrak pintu ruangan oleh anggota TNI-AU, sehingga mengakibatkan pintu ruangan rusak dan terbuka. Peristiwa ini disaksikan para pengunjung, sopir taxi, karyawan dan pegawai, serta security AVSEC Bandara Pattimura Ambon termasuk pejabat PT. Angkasa Pura (AP) I.

Informasi yang diperoleh Terasmaluku.com menyebutkan, ruangan yang ditempati anggota Polsek Kawasan Bandara Pattimura dan Direktorat  Intelkam Polda Maluku tersebut diserahterimakan secara resmi dari pihak PT. AP I Bandara Pattimura Ambon kepada Pospam Bandara Pattimura (Polsek Bandara Pattimura) pada 2003 sejak Bandara Internasional Pattimura yang baru dioperasikan.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Mohammad Roem Ohoirat membenarkan peristiwa tersebut. Namun Ohoirat mengatakan tidak mengetahui alasan pengrusakan itu. “Yang ada adalah pengrusakan salah satu ruangan yang selama ini digunakan oleh anggota Polri di Bandara. Kasus ini hanyalah kesalahpahaman, jadi sedang dikomunikasikan,” kata Ohoirat.

Loading...

Komandan Lanud (Danlanud) Pattimura Kolonel Pnb. Antariksa Anondo membantah anggotanya melakukan pengruskan terhadap ruangan yang digunakan polisi itu. Yang terjadi menurut Danlanud, pihaknya mengambil alih ruangan dengan mengganti kunci pintu ruangan tersebut.

Danlanud mengungkapkan, pihaknya mengambil alih ruangan yang selama ini digunakan sebagai pos polisi, karena menurutnya status Bandara Pattimura merupakan Enclave Sipil atau bandara udara sipil  dalam kawasan militer. Menurut Danlanud, karena  Bandara Pattimura di dalam wilayah Lanud Pattimura dan merupakan Enclave Sipil, sehingga tanggung jawab pengamanan Bandara adalah Lanud Pattimura bukan pihak lainnya.

“Saya tegaskan tidak ada pengrusakan ruangan, yang terjadi kita ambil alih ruangan  karena status Bandara Pattimura merupakan Enclave Sipil, kita ganti kunci pintu ruangan, barang kita ngapain kita rusak. Saat itu juga disaksikan anggota polisi, saya juga sudah sampaikan ke Pak Kapolda terkait masalah ini dan beliau memahami karena Bandara Pattimura merupakan Enclave Sipil,” kata Danlanud.

Danlanud juga menegaskan, sebelum anggotanya mengambil alih ruangan tersebut dengan membuka pintu ruangan  secara paksa, sebelumnya sudah dikoordinasikan mulai dari Kapolsek Bandara Pattimura hingga Kapolda Maluku.  Selain itu menurut Danlanud, pihaknya  sudah minta kepada PT. AP I  agar menyiapkan ruangan Pam dari Lanud di Terminal Bandara Pattimura. Dan pihak PT. AP  mempersilahkan menggunakan ruangan yang sebelumnya digunakan polisi.

Kadisops Lanud Pattimura juga memanggil Kapolsek Bandara agar mengosongkan ruangan tersesebut  karena akan digunakan oleh  TNI AU. Menurut Danlanud, sebelum ambil alih ruangan tersebut,  sekitar  pukul 10.00 WIT, ia  menghadap Kapolda Maluku Irjen Pol Deden Juhara  di Mapolda,  setelah mendapat petunjuk dari Pangkoopsau II dengan melaporkan kalau ruangan tersebut akan diambil alih Lanud Pattimura.

“Pernyataan dari Pak Kapolda, beliau sangat memahami permasalahan  tersebut, karena Pak Kapolda tau Bandara Pattimura merupakan Enclave Sipil,” kata Danlanud. Menurut Danlanud, setelah menghadap Kapolda, ia pun  memerintahkan Kadisops, Kakum, Dansatpom dan Kaintel Lanud Pattimura agar mengambil alih ruangan tersebut. (ADI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *