Prediksi Ahli 2021 Pandemi Belum Tuntas, Tapi Optimistis Ambon Menuju Zona Kuning

by
dr Wendy Pelupessy. FOTO : MCAMBON

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Perjalanan pandemi virus corona 2019 belim usai. Prediksi para ahli kesehatan, corona belum dapat diselesaikan hingga 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy menyatakan hal itu kepada sejumlah wartawan di Balai Kota. “Menurut para ahli, sampai tahun depan itu, belum bisa kita memutus mata rantai Covid-19, ” ungkap dia

Sebagai langkah penanganan, pemerintah akan meminta kuota yang lebih banyak untuk Warga di Kota Ambon. Hal itu mengingat Ambon sebagai episentrum penyebaran dengan jumlah terkonfirmasi lebih banyak dari daerah lain.

Rencana pemerintah pusat akan memberikan 1.100 vaksin covid-19 untuk Provinsi Maluku. jumlah itu bakal dibagi ke daerah-daerah yang membutuhkan. Namun besar harapannya, Ambon memperoleh lebih banyak dari daerah lain.

“Harapan saya seperti Pak Wali. Karena Kota Ambon terkonfirmasi tiga ribuan, dibandingkan dengan Kabupaten Kota lain yang mungkin cuman ratusan. Yah, kita minta Kota Ambon lebih banyak dikasih Vaksin, tidak bisa dibagi rata, ” pintah dia. Tak hal itu, vaksin yang akan diberikan itu diharapkan dapat mempercepat kesembuhan dan menekan angka paparan virus.

Loading...

“Cuman kita di Kota Ambon, belum tahu, kita akan dapat berapa. Tapi untuk Maluku kan kita sudah tahu, tapi untuk Kota Ambon belum tahu. Tapi kita punya tenaga semua sudah siap untuk melakukan vaksinasi, ” terang dia.

Sementara itu terkait zonasi, Wendy membenarkan jika Ambon masuk zna oranye. Hanya saja kejadian pasien meninggal amat berpengaruh pada scoring dan penentuan zona ke depan. “Kalau mau masuk ke zona kuning, scor harus diatas 2,40. Jadi kalau 2,41 kita (Kota Ambon) sudah bisa masuk ke zona kuning, ” sebut dia.

Indikator penilaian terbesar itu ada tiga. Turunnya angka terkonfirmasi positif, tingginya angka kesembuhan dan angka kematian. Dengan pekatuhan prokes dari masyarakat, Ambon mampu masuk zona kuning lebih cepat.

“Yang pentingnya, masyarakat taat protokol kesehatan, sehingga pada saat kita swab, itukan angka positif berkurang. Otomatis juga terjadi penurunan penularan. Itu indikatornya dari situ, ” terang Wendy. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *