Presiden Jokowi Diminta Bebaskan Napi Tapol dan Teroris Asal Maluku

by
MCC minta Presiden dapat mempertimbangkan pembebasan napi tapol dan terorisme yang telah ajukan grasi. FOTO : MCC

TERASMALUKU.COM,-AMBON–Presiden Joko Widodo  membebaskan Abu Bakar Ba’asyir tanpa syarat. Hal itu seperti memberi gelombang harapan kepada sejumlah tahanan kasus makar dan teroris asal Maluku. Maluku Crisis Center (MCC) punya harapan serupa, para tahanan asal Maluku bisa mendapat hal yang sama.

Pihak MCC mengharapkan pembebasan tanpa syarat kepada sejumlah napi tahanan politik (Tapol). Yakni mereka telah menjalani masa hukuman lebih dari 10 tahun. Seperti narapidana kasus makar dan terorisme. Khususnya bagi tahanan yang telah mengajukan grasi kepada Presiden.

“Atas nama kemanusiaan. Pemberian grasi ini bukan saja buat yang pernah ajukan, tapi pertimbangan sudah jalani lebih dari separuh masa tahanan,” sebut Ikhsan Tualeka, Koordinator MCC kepada sejumlah wartawan di Neo Café Ambon,  Senin (21/1/2019).

Tahanan politik yang telah mengajukan grasi antara lain, Ruben Saija masa hukuman 20 tahun, Johanis Saija 17 tahun. Keduanya, lanjut Ikhsan merupakan terpidana makar. Ada Idi Amin Tabrani alias Ongen Pattimura, terpidana terorisme dengan masa hukum 20 tahun .

“Yang terpidana makar, dihukum karena membentangkan bendera Republik Maluku Selatan (RMS) saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 29 Juni 2007 di Lapangan Merdeka Ambon, Maluku”, urai Ikhsan.

Menurut Ikhas sesuai delik Makar yang diatur dalam KUHP, perkara itu cukup lemah. Berdasar bukti yang ditunjuk Jaksa Penuntut Umum bahwa tindakan keduanya tidak memenuhi unsur kekerasan dalam bentuk apapun. Bahkan hal itu menurut Ikhsan sempat jadi sorotan lembaga kemanusiaan dunia.

“Amnesty Internasional dan Human Rights Watch pernah sampaikan pernyataan sikap keras kepada Pemerintah Indonesia. Termasuk lembaga atau organiasi masyarakat sipil lainnya”, bebernya.

Pihaknya berharap Presiden Joko Widodo dapat mempertimbangkan itu atas nama hak asasi manusia dan keadilan. “Sekali lagi harapannya, atas nama kemanusiaan dan keadilan presiden bisa memenuhi permohonan para terpidana dan menghadirkan keadilan, seperti yang sudah ditunjukan dengan dibebaskannya Abu Bakar Ba’asyir,” pungkas Ikhsan. (PRISKA BIRAHY)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *