Presiden Jokowi Restui Istana Mini Banda Neira Dijadikan Istana Presiden

by
ISTANA MINI BANDA NEIRA. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Presiden Joko Widodo merestui Istana Mini di Kota Neira Kecamatan Banda  Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku dijadikan Istana Presiden di Indonesia Timur.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Marcus J. Pattinama yang dikonfirmasi terkait hal ini membenarkannya.

Dijelaskannya, persetujuan ini tertuang lewat surat dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Republik Indonesia, Pratikno Nomor : B-942/M.Sesneg /D-2/HL.02.02/12/2020 tertanggal 11 Desember 2020.

Foto : Dinas Pariwisata Provinsi Maluku

Surat dari Mensesneg ini menjawab surat permohonan yang dilayangkan Gubernur Maluku, Murad Ismail kepada Presiden Jokowi tertanggal 25 November 2020 Nomor : 556/3605.

Sehingga lewat surat melalui Mensesneg ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pariwisata serta Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional diinstruksikan Presiden Jokowi untuk tindaklanjuti permohon yang dilayangkan Gubernur Maluku karena ini berkaitan dengan pelestarian cagar budaya, potensi pariwisata dan pembangunan kawasan Pulau Banda.

Sekedar tahu, dalam surat permohonan yang dilayangkan Gubernur Maluku itu disebutkan mewakili masyarakat Provinsi Maluku, berkeinginan agar bangunan bersejarah Istana Mini yang memiliki bentuk sangat mirip dengan Istana Negara yang terletak di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku dapat dijadikan sebagai Istana Negara Republik Indonesia di wilayah Timur Indonesia.

Setidaknya ada enam point pertimbangan yang dilampirkan dalam surat resmi ke Jokowi itu. Diantaranya sebagai upaya menyelamatkan aset cagar budaya yang memiliki sejarah panjang.

Selain itu Istana Kepresidenan di Indonesia berjumlah enam yang seluruhnya berada di Indonesia Barat, maka selayaknya Istana Mini di Banda Neira menjadi Istana Kepresidenan di Wilayah Timur Indonesia dan menghilangkan kesenjangan bagian barat Indonesia dengan bagian timur Indonesia.

Pertimbangan selanjutnya apabila Istana Presiden di Banda Neira, maka Maluku dapat mempercepat pembangunan di kawasan Indonesia Timur dalam aspek pertahanan, keamanan dan ekonomi serta pariwisata.

Istana Mini Banda yang dikelilingi situs-situs sejarah seperti Rumah Pengasiangan Bung Hatta, Sutan Sjahrir, Tjipto Mangunkusumo, Iwa Kusuma Sumantri, Benteng Belgica, Benteng Nassau yang menajdi saksi sejarah masa keemasan Nusantara menuju kemerdekaan Indonesia juga jadi pertimbangan disamping untuk menjaga dan melestarikan rumah pengasingan pahlawannasional yang kondisinya sudah rapuh akibat tidak terawat.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Marcus J. Pattinama. Foto: Dok. Dinas Pariwisata Maluku

Terkait hal ini dijelaskan Pattinama, Menteri Pariwisata, Menteri Bappenas dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sudah diminta kajian. “Sudah jelas itu,”tuturnya menjawab Terasmaluku.com via seluler Jumat (26/2/2021).

Jika Istana Presiden ada di Banda Neira, maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kita minta Istana Mini jadi Istana Presiden. Kalau Presiden sudah duduk disini (Banda Neira), semua efek jalan itu. Sudah itu saja. Itu strategi besar Pak Gubernur,”tutur Pattinama.

Apalagi jika LIN dan Blok Masela sudah berjalan, lanjut dia maka Presiden Jokowi bisa berlama-lama di Istana Presiden Banda Neira. “Kalau LIN sudah jadi, Masela sudah jadi, beliau bisa berlama-lama di Banda to, sudah ada istananya,”tandasnya. (Ruzady)