Promosi Kuliner Buru, Pemkab Akan Gelar Makan Patita se Kota Namlea

by

AMBON-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru akan menggelar makan patita ‘akbar’ dengan panjang lima kilometer di sejumlah ruas jalan utama Kota Namlea, pada 12 Okotober 2016 puncak acara Hari Ulang Tahun Kabupaten Buru.
Aneka makanan yang disajikan nanti adalah makanan khas Maluku, terutama Buru seperti hotong serta hasil bumi dan laut lainnya dari wilayah itu. Selain mempromosikan potensi witasa, makan patita ini juga untuk mempromosikan kunier khas Pulau Buru yang kaya akan aneka makanan dan hasil laut.
“Makan patita ini tujuannya untuk mempromosikan kunier khas Maluku terutama Pulau Buru yang kaya akan aneka makanan dan hasil laut. Selain itu, kegiatan tentunya ini untuk mempromosikan potensi wisata Pulau Buru,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kominfo Kabupaten Buru Istanto Setyahadi kepada Terasmaluku.com, Selasa (3/5).
Istanto menyatakan, makanan patita itu ditujukan kepada semua warga baik yang ada di Kabupaten Buru maupun warga lainnya dari luar daerah. Karena itu ia mengajak warga untuk datang menikmati makan patita itu.
Bupati Buru Ramly Umasugi, pejabat Pemkab Buru dan warga akan membaur bersama dalam makanan patita itu. “Silakan datang ke Buru untuk makan patita bersama sepanjang lima kilometer dengan aneka makanan khasnya,”katanya.
Menurut Istanto, makan patita ini merupakan rangkaian kegiatan Festival Bupolo 2016. Festival Bupolo sengaja digelar untuk mempromosikan potensi wisata dan kuliner khas Pulau Buru. Buru dikenal memiliki sejumlah keunggulan potensi wisata, termasuk wisata Danau Rana. Festival ini juga untuk menghibur warga serta upaya melestarikan beragam budaya daerah itu.
“Kita memiliki sejumlah keunggulan potensi wisata, seperti wisata pantai,wisata bahari, ada Danau Rana yang tidak dimiliki daerah lainnya di Maluku, juga potensi wisata sejarah, ini yang akan kita kembangkan,” katanya.
Festival Bupolu baru digelar Oktober nanti, namun berbagai rangkaian kegiatan sudah mulai dilakukan Mei ini. Diantaranya, mewarnai Kota Namlea dan festival tani Bupolo.
Sedangkan untuk Juni, digelar sejumlah kegiatan, cinta ramadhan, cinta anak yatim, festival ramadhan dan parade takbiran. “Untuk Agustus karena bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI juga digelar hiburan rakyat,” kata Istanto.
Sementara untuk September juga digelar sejumlah kegiatan yakni, penanaman terumbu karang, lomba foto bawa laut, pemilihan putri pariwisata Buru serta lomba fashion busana daur ulang.
Sedangkan untuk Oktober nanti makin meriah lagi karena ada banyak kegiatan menarik. Untuk November juga digelar perjalanan ke Danau Rana, Pulau Buru, dan kongres Budaya Maluku serta festival mandi safar.
“Festival Bupolo ini selain untuk mempromosikan potensi wisata, juga merupakan kegiatan yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Buru untuk menghibur masyarakat Kabupaten Buru,termasuk kegiatan malam pergantian tahun nanti,” kata Istanto. (ADI)