PSBB Ambon, Mobil Pribadi Langgar Ganjil Genap Didenda Rp 500 Ribu

by
Aparat gabungan melakukan pemeriksaan ketat terhadap warga di pintu masuk Kota Ambon kawasan Negeri Passo Larier Kota Ambon pada hari kedua pemberlakuan PSBB II, Selasa (7/7/2020). FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon Robby Sapulette mengatakan, pemberlakukan angkutam ganjil genap saat penerapan PSBB tahap II hanya untuk kendaraan roda empat saja, bukan untuk kendaraan roda dua lagi.

“Saya ingatkan lagi pemberlakukan ganjil genap disaat penerapan PSBB tahap II itu bukan untuk kendaraan roda dua tapi untuk roda empat pribadi, plat hitam saja,” kata Robby kepada wartawan di Ambon, Selasa (7/7/2020).

Robby mengatakan, pemberlakuan ganjil genap untuk kendaraan roda empat tujuannya bukan untuk mengurai kemacetan, melainkan untuk membatasi pergerakan orang dengan menggunakan moda transportasi.

Loading...

“Ini karena pada saat PSBB tahap pertama pergerakan orang dengan menggunakan mobil pribadi itu dua kali lipat dari pada menggunakan kendaraan umum,” katanya.

Sehingga, lanjut dia, di tahap kedua PSBB ini Pemerintah Kota Ambon membatasi pergerakan orang dengan pemberlakukan ganjil genap pada angkutan pribadi.¬†“Rabu kita sudah mulai melakukan penindakan,” ungkapnya.

Robby mengatakan, pihaknya akan menindak masyarakat yang melanggar aturan tersebut dengan denda maksimal 500 ribu.”Denda maksimal 500 ribu dan minimal 200 ribu, kita akan berlakukan denda tersebut,” katanya.

Sedangkan, tambah Robby, untuk kendaraan luar dari kota yang masuk ke Kota Ambon jika tidak sesuai dengan angka ganjil genap yang sedang diberlakukan maka disuruh untuk kembali. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *