Pulihkan Gunung Botak, Aparat Bersama Warga Tanam Pohon

by

NAMLEA- Untuk memulihkan kerusakan lingkungan di kawasan tambang emas Gunung Botak Kabupaten Buru, Maluku, aparat TNI/Polri bersama mahasiswa pencita alam, warga adat dan LSM, Rabu (20/4) menggelar penanaman pohon di sekitar kawasan tersebut.
Ratusan peserta membawa anakan pohon berbagai jenis dari jalur H Desa Wansait Kecamatan Waelata dengan berjalan kaki sekitar tiga puluh menit menuju perbukitan di sekitar lokasi Gunung Botak, untuk penanaman pohon. Tanaman yang ditanaman itu dibawa langsung Komandan Kompi A Yonif 731 Kabaresi Lettu Ikhsan Pattimura bersama puluhan anggotanya dari markas mereka di Jikumaras, Namlea.
Tidak hanya dilakukan aparat keamanan, mahasiswa dan warga yang datang dari Kota Namlea, Ibukota Kabupaten Buru, penanaman pohon juga dilakukan warga Desa Wansait. “Penanaman pohon ini merupakan upaya untuk menghijaukan kembali Gunung Botak yang lingkungannya rusak dan tercemar akibat penambangan emas ilegal beberapa waktu lalu. Ini komitemen kita bersama untuk menghijaukan lingkungan di kawasan Gunung Botak,” kata Komandan Kodim 1506 Namlea Letkol Inf. Faizal Rizal.
Dengan penanaman pohon tersebut kedepan diharapan memberikan dampak positif terutama mencegah banjir dan menjadikan daerah serapan air untuk warga sekitarnya.
Warga adat berharap dengan aksi penanaman pohon itu juga agar aparat keamanan bertindak tegas kepada siapa saja yang melakukan penambangan emas secara ilegal di Gunung Botak , yang kini sementara ditutup pemerintah itu.
Faizal juga menyatakan, penanaman pohon di kawasan Gunung Botak itu juga merupakan bagian dari penanaman sejuta pohon di Pulau Buru untuk program Hijau Bupolo yang dilakukan Kodim Namlea dan pemerintah daerah setempat.
Ia juga menyatakan, sebelum melakukan penanaman di Gunung Botak, pihaknya bersama Bupati Buru Ramly Umasugi dan aparat lainnya melakukan penanaman pohon di sejumlah lokasi seperti lahan kritis dan fasilitas umum di Kabupaten Buru. “Pencanangan penanaman sejuta pohon dilakukan Bupati Buru dan kami, serta dilaksanakan berkelanjutan di lahan krisis, fasilitas umum dan lahan rehabilitasi,” katanya. ADI